Selasa, 02 Agustus 2016

cermin dan menghitung kekuatan




Resolusi untuk membaca alkitab dari awal sampai akhir tetap jadi prioritas saya, walaupun tahun berganti, saya blom tamat bacanya. Tadinya pingin dalam satu hari saya bisa selesaikan 3 ato 4 pasal, tapi abis baca saya jadi bingung sendiri, akhirnya saya memutuskan untuk membaca 1 atau 2 pasal dalam sehari, tapi kebanyakan sih rata rata tiap hari Cuma dapet satu pasal, walau berjalan lambatttttttt BGT… tapi begitu banyak berkat yang saya dapat.
Puji Tuhan…sekarang dah slesai kitab Ayub dan juga roma dan Yohanes. Saya menulis dalam jadual harian saya sebagai bible study pribadi saya, dan saya selalu menunggu nunggu waktu itu, banyak rhema yang saya dapatkan, benar memang jika dikatakan adalah :Firman Mu itu  pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. ( mazmur 119: 105) terus terang saya mungkin akan banyak salah langkah jika tidak membaca surat kasihNya dan merenungkannya.
Sepanjang saya membaca sampai Ayub, roma dan Yohanes  ini saya belajar banyak sekali kisah hidup raja raja Israel, bagaimana akhirnya kerajaan itu terbelah, bagaimana Tuhan Allah menghajar mereka karena mereka begitu tegar tengkuk, bagaimana Tuhan mengajar mereka untuk terus setia , bagaimana akhirnya mereka dibuang kepembuangan.
Terus terang sesak dada ini bacanya. Kenapa????  Saya kesel, mangkel, bingung, heran, sama sikap umat Israel, mereka itu bener2 tegar tengkuk, mereka bangsa yang gak tahu terima kasih ( o..so sorry to use this words ) saya sampai nanya dalam hati, Tuhan….. kenapa gak cari bangsa lain aja sih???? Kenapa sama bangsa ini yang sombongnya ampyun2, bacanya sampai saya geleng2 kepala hampir copottttt, yang bacanya pake dada rasa sesak, sakingggg degilllnya mereka itu.Tapi pilihan Tuhan itu apa pernah salah???? GAK…pilihan Tuhan gak pernah salah, Tuhan mau ajar manusia,lewat sejarah bangsa Israel dan mau bilang supaya kita tahu bahwa KASIH TUHAN itu luasssss, bahwa janjiNya benarrrr, Tuhan mau kasih tahu kalau dia Setia…kita lah yang manusia yang penuh dosa ini yang melanggar terusssss perjanjian itu.
Kemudian saya bercermin… yup Firman Tuhan itu memang untuk memperbaiki kita, manusia berdosa : 2 Timotius 3 : 16 : Segala tulisan yang diilhamkan Allah, memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Saya pun degilnya minta ampun kan??? Tunjuk diri sendiri.
Saya diajar keras ketika saya membaca kisah Raja Daud (1 Tawarikh 21 :1-30) ketika dia menghitung kekuatannya. Pikir saya adakah yang salah dari hal yang dilakukan Daud??? Bukan kah saya pun sering menghitung “kekuatan” saya?? Bukankah buat seorang raja memang harus tahu kekuatan nya seperti apa? sehingga ketika ada musuh, ada masa berat, oleh kekuatan yang daud dan kerajaannya miliki, They will survive??? Bukan kah saya juga seperti itu?Tuhan bukan kah itu adalah hal yang SANGAT BIASA??????
Tuhan menghajar keras Daud akan hal ini, karena tindakannya ini, saya berpikir kerasssss… why???? Sementara menurut saya Daud jauh lebih bersalah ketika dia berzinah dengan Batsyeba, yang juga dengan akal liciknya dia mengatur agar Uria suami Batsyeba terbunuh, Compare to this sin, apakah menghitung kekuatan adalah hal yang salah????
Daud menghitung orang Israel , yang bisa memegang pedang dalam artian berperang, Tuhan marah pada Daud, dan walaupun Daud telah menyadari kesalahannya, konsekuensi dari dosa dan kesalahannya tetap harus daud tanggung.banyak orang Israel yang tewas karena kesalahannya ini.
Daud adalah orang yang dipilih Tuhan untuk menjadi Raja atas Israel, dia telah diurapi menjadi raja ketika Saul masih hidup, Daud dikejar kejar oleh saul hendak dibunuh, karena Saul tidak mau tahtanya Daud ambil, bertahun tahun Daud dalam kejaran, sampai ada masanya dia hancur dan tak memiliki kekuatan , bahkan ketika ia telah menjadi raja pun serangan dari bangsa lain pun bertubi tubi menghadangnya,belum lagi dengan masalah keluarga Daud sendiri, Daud dan anak2nya. Daud raja Israel yang termahsyur itu…hidupnya terselamatkan HANYA KARENA KUASA TUHAN… karena Tuhanlah ia menang berperang melawan bangsa lainnya, bukan karena kekuatan Daud…
Lalu kenapa Daud menghitung kekuatannya? Sangkanya jika ada begitu banyak orang yang mengangkat senjata, maka ia akan menang melawan bangsa lain? Aahhh…Tuhan saya pun ternyata sering menghitung kekuatan saya..Sangka saya jika lumbung lumbung saya penuh, sangka saya jika usaha saya maju, sangka saya jika saya pintar dan sehat, sangka saya…….. maka saya akan survive, saya akan aman tentram…
Sekarang saya tahu mengapa Tuhan sangat marah sama Daud, Daud sombong dan mengandalkan kekuatannya, padahal selama ini kemenangan yang Daud dapatkan semuanya berasal dari Tuhan,semata mata hanya karena Tuhan, bukan kekuatannya.
Sombong….. Ternyata Tuhan sangat tidak menyukai manusia sombong yang mengandalkan kekuatan, kehebatan, kekayaan, apapun itu…sombong itu seperti menghilangkan keberadaan Tuhan dalam hidup seseorang.
Adalah baik kita berusaha dan bekerja keras untuk memenuhi lumbung lumbung kita, dan berharap bahwa lumbung lumbung itu menjadi saluran berkat buat orang banyak. Bukannya malah lumbung2 tadi atau pun kehebatan kita menjadi tanduk yang membuat kita merasa itu semua karena hebat kita.
Belajar dari kisah Daud, dan raja raja setelah dia, saya tersadarkan untuk tidak menghitung kekuatan diri sendiri, raja raja yang berhasil, adalah mereka yang bergantung SEPENUHNYA pada Tuhan, yang benar benar mencari Tuhan…sehingga bangsa bangsa lain pun bilang bahwa tidak ada Allah seperti Allah kita. Terkadang kita ingin melihat mujizat , namun herannya tangan kita sendiri, dan pikiran kita sendiri yang menghentikan kita untuk melihat dan merasakan mujizat itu
Pada akhirnya biarlah nama Tuhan saja yang di tinggikan…
Mari bercermin dalam hikmatNya, dan belajarlah….
Dan jangan menghitung kekuatan guna menentramkan jiwa
Bergantung sajalah pada Tuhan  maka jiwa kita tentram.

Tidak ada komentar: