Kamis, 12 Juli 2012

Belajar Usaha


Saya merindukan untuk bisa memiliki usaha sendiri, itu udah dari sejak saya ambil keputusan untuk full jadi Ibu Rumah Tangga, sejak saya punya Keiko, tapi banyak sekali pertimbangan yang bikin mundur maju, terutama menyangkut modal serta peluang usaha apa yang bagus dan tentunya yang saya suka untuk jalani. Sebelum bekerja di sekolah saya sudah ngebet banget pingin usaha rangkai bunga, namun suami saya memiliki begitu banyak pertimbangan, pas bekerja kembali di sekolah, dorongan saya untuk bikin usaha sendiri makin makin, ketambahan dengan “ajaibnya “ si owner sekolah itu serta berbagai macam hal lainnya, makin membulatkan tekad saya untuk  usaha bunga. Ketika saya tidak memperpanjang kontrak untuk bekerja kembali , saya telah menetapkan hati untuk membuka usaha.
Lucunya…yang pertama kali saya kerjain itu bukan mencari informasi tentang harga, ataupun trend ataupun mencoba untuk kursus atau belajar tentang management . Yang pertama saya lakuin adalah saya membaca buku yang memberikan dan membangun motivasi saya untuk mau dan mantap membuka usaha sendiri. Masalahnya...dari garis keturunan keluarga kami, kagak ada yang usaha sendiri, semuanya menjadi pekerja, gak ada yang bisa di mintain share gmana caranya kalo bikin usaha sendiri. Bener bener dari NOL.
Buku buku dibawah ini, yang banyak menginspirasi saya, untuk bisa usaha sendiri :
1.Chicken soup for entrepreneur,
2.The Courage to be Succeed By Ruben Gonzalez
3.See Jane Lead by Lois P. frankel
4.Inside Every Woman by Vickie L Milazzo
5.Having it all by John Assaraf
6.The Power of the Purse by Fara Warner
7.Aku wanita terkaya by Henry Ismono
8.Melejit di usia muda by paulus Winarto
9.The Walk at Work by Andria Hall
10.Sukses mewujudkan impian dengan menggebrak by Endra Handiyana
11.Becoming The Woman God Wants me to be By Donna Partow
12.Serta Buku janji Tuhan bagi Pengusaha Wanita by Gospel Press
Banyak pengalaman yang mereka share tentang bagaimana membangun usaha serta gmana kita harus punya tekad, mental kuat serta hati yang tulus. Usaha sendiri itu menuntut ketulusan, berani belajar dan humble.
Kenapa saya pingin usaha ?
1.       Karena saya ingin melihat pertumbuhan Keiko,dan karena  saya pun ikut bertumbuh jika saya melihat anak saya, dan jika Tuhan berkenan kalau diberikan anak lagi, saya bisa mengurusnya sendiri, tanpa takut harus meninggalkannya setelah selesai masa cuti.
2.       Bisa melibatkan beberapa orang dalam usaha saya, tidak muluk muluk 2 atau 3 orang , itu bagi saya adalah pencapaian besar, dengan carut marutnya kondisi ekonomi, saya akan bisa membantu orang lain. Miris liat berita yang karena kondisi ekonomi anak anak jd kurang gizi, putus sekolah , bahkan ada yg di terlantarkan begitu aja.
3.       Bisa memiliki penghasilan sendiri yang tentunya memperkuat keuangan keluarga
4.       Serta “lebih leluasa “ dalam memberikan bantuan
Bulan Juni kemarin, adalah pertama kalinya saya memberikan sesuatu pada gereja dari hasil usaha saya, kecil benar….jika di bandingkan kalau saya bekerja di kantor, Tapi saya bersyukur dengan pencapaian yang saya bikin. Bersyukur pada Tuhan, didalam keterbatasan saya dalam banyak hal, Tuhan terus membentuk karakter saya.Didalam merintis usaha ini, pimpinan Tuhan itu sedemikian jelasnya. I learn a lot.
Tapi..emang gak mulus, saya sempat beberapa kali down dan pingin nyerah aja…
Yang pertama adalah Ketika Keiko sakit, dan berubahnya pola perilaku nya yang menjadi sedemikian out of control ( seperti yang saya ceritakan sebelumnya )
Yang kedua adalah ketika salah seorang guru kursus saya, menyatakan bahwa saya tidak memiliki selera yang baik dalam hal merangkai bunga. ( ini pun jadi pukulan berat buat saya )
Saya sempet sedih banget, bagi saya merangkai bunga itu bukan hanya saya jadikan sebagai sarana buat mendapatkan uang, tapi juga…sarana saya dalam mewujudkan impian banyak orang. Karena biasanya orang pesen bunga karena ada moment yang special, seperti pernikahan , kelahiran, dlsb, saya pingin bunga yang saya rangkai itu menjadi berkat buat yang pesan dan juga yang nerima.
Tapi..untungnya saya di ingatkan buat rendah hati, saya harus humble… memiliki hati yang mau diajar dan di koreksi , sehingga saya tidak punya masalah hati dengan guru saya itu..dan juga merupakan cambuk buat saya untuk lebih giat lagi dalam belajar…Berterima kasih juga buat para pengarang yang bukunya sudah menginspirasi saya, beberapa dari mereka rata rata selalu berkata bahwa modal buat sukses adalah tantangan.
Saya pun memiliki target serta perencanaan yang telah saya siapkan, bukan planning yang muluk muluk, lebih kepada menyelesaikan kursus tepat waktu dan juga memasang nama di depan rumah, jadi orang tahu kalau di rumah kami sedia bunga rangkai , ataupun segala sesuatu yang berurusan dengan bunga. Tapi…semuanya pending , karena saya tidak bisa melanjutkan kursus buat sementara, karena sy hrs ngambil basic lagi, sementara tempat kursus yang saya tuju tidak menerima murid sampai selesai lebaran, so..kursus saya tertunda sampai lebaran, berarti agustus baru mulai lagi.Pasang plang di rumah juga tertunda karena menunggu kondisi Keiko stabil dan juga harus pelan pelan melihat perkembangan dia di sekolah. Tadinya gregetan ngeliat planning yang kusut masai berantakan gak karuan. Eh..ngeliat status Mega  di Fb beberapa hari yang lalu bilang , kalau Plan A gak terwujud msh ada 25 alphabet lagi to go… bikin saya semangat lagi ( thx Mega ). Pelan pelan di jalanin, suami saya selalu bilang…yang penting saya harus Enjoy, dan di nikmatin setiap prosesnya, dan selalu mau belajar dari tiap kesalahan, itu modal penting.
Banyak pelajaran yang saya dapat beberapa bulan ini. Makasih Tuhan

4 komentar:

Welly Lokollo mengatakan...

luar biasa kak, tetap semangat kak, bagus bunga2nya :)

marthavina mengatakan...

Thx Welly...saya memang lagi butuh semangat

hani mengatakan...

keren banget Mba, merangkai bunga. go for it mba Martha!

marthavina mengatakan...

Makasih Mba Hani...buat supportnya, and jgn lupa ya..kalo ada perlu bunga boleh deh ke saya hi..hi..