Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Oktober 2012

Merawat Mertua ku


Seperti yang saya share, bahwa bulan Oktober ini month of blessing for me. Salah satunya adalah, saya berkesempatan untuk merawat mertua perempuan saya. Mertua saya, baru saja menjalani operasi katarak pada ke dua matanya, jadi di perlukan treatment yang intense supaya cepat recovery, selain minum vitamin, obat tetes  mata juga di perlukan beliau, dan obat itu di gunakan hampir sebanyak 15 kali dalam satu hari ( sesuai oleh jadual yang diberikan oleh dokter ) Pemberian obat di mulai jam 7 pagi sampai jam 7.30 malam .
Saya merawat beliau selama 11 hari, karena akhirnya , adik ipar saya, memilih untuk merawat mamanya dengan bantuan suster( pengasuh jompo ).Sebelumnya tak pernah terlintas di benak saya untuk mengurus mertua saya. Gakkkkkkk PEDE….. well..malah bisa di bilang saya ketakutan. Kalo ada 10 orang anak balita di titipin di rumah saya, saya malah lebih relex ( secara saya punya Keiko ) , dan dulu juga sempet jadi guru sekolah minggu belasan tahun, but OOOOOOO…..ngurus orang tua saya belum pernah.
Mertua perempuan saya berumur 74 tahun, mertua laki laki saya berumur 76 tahun, ke dua nya masih sehat ( puji Tuhan ), hanya saja mertua perempuan saya sudah pikun. Selama ini, kami tahu kalau beliau pikun, Cuma…saya gak nyangka kalau separah itu.

Inang..sebutan saya untuk Ibu mertua saya.Sewaktu pertama kali kenal, 6 tahun yang lalu, ingatannya masih bagus. Walaupun ada beberapa yang dia lupa, hanya saja, hal hal yang lumrah, namun makin hari ingatannya mulai tergerus. Inang ingat akan kejadian yang dulu dulu, namun apa yg di ucapkan atau dilakukan barusan , dia sudah lupa. Tadinya dia hafal dengan ke 12 cucunya, sekarang..musti di bantu.
Selama sebelas hari itu, saya yang memandikan, mengantar ke toilet , mengurusinya makan, memakaikan baju…( semuanya ).
Bayangkan dalam 1 hari..diteteskan obat mata, sebanyak 15 kali, namun setiap kali saya mau me neteskan obat mata, dia selalu bertanya, obat mata itu untuk apa ? apa mata saya sakit ? Setiap kali mau di mandikan dia menolak, katanya mau mandi sendiri, atau dia gak bawa baju ganti..padahal sudah kesekian kalinya Inang dimandikan oleh saya. Setiap kali lihat makanan, mau makan, karena katanya belum makan,dan kadang bertanya “ini rumah siapa ? “Selama sebelas hari itu, saya dan mertua perempuan saya tidur satu kamar, dan setiap kali mau tidur..dia menolak untuk masuk ke kamar tidur kami. Dalam satu malam bisa terbangun sampai 4 – 5 kali, untuk ke kamar kecil, katanya mau pipis, tapi..ternyata Inang dah pipis di tempat tidur. Tiap kali berkata mau pulang ke rumah, karena belum masak buat anak anak. Hampir setiap hari Amang ( sebutan buat mertua laki laki ) datang untuk melihat istrinya, namun..ketika malam tiba Inang selalu bertanya “Kemana Bapak ?” .Terkadang bahkan Inang lupa nama Keiko..Inang juga terkadang lupa akan nama saya, dan memanggil dengan sebutan Susan..       ( nama kakak Ipar saya )
Sedih bener liatnya , Walau..banyak hal kelucuan yang terjadi karena Inang dah pikun, namun miris bener rasanya.Sikap Inang yang ceria, bikin rumah jadi lebih rame. 11 hari itu saya seperti punya 2 anak.11 hari itu juga suami dinas luar negri, komunikasi sempet keputus. Sempet bingung..beruntung, saya punya Bibi ( asisten di rumah ) yang berpengalaman, dia bisa di mintakan bantuan nemenin Inang kalau saya lagi ribet dengan urusan Keiko, karena selama seminggu itu juga Keiko libur sekolah. Karena habis selesai Term pertama. Beruntung saya memiliki MAMA yang SUPER, mama datang buat nemenin kami, ajak main Keiko..atau sekedar berbincang dengan besannya  sampai berjam jam ( walau ngomongnya ngalor ngidul gak karuan ) Makasih Ma..kalau saya mulai kecapean, dan ilang semangat, mama yang ingetin, kalau ini adalah Pelayanan…harus bersyukur, punya kesempatan untuk merawat Mertua .
Hidup Mertua perempuan saya memang gak mudah…Dikarunia 8 anak, dengan anak paling besar cacat seumur hidup dari bayi hingga umur 23 tahun , beliau selalu bercerita jika dia selalu memiliki dua bayi, satu yang baru lahir, dan satu yang cacat. Namun..yang makan tenaga dan juga pikiran adalah anak yang cacat, karena bukan saja bergantung penuh pada mertua perempuan saya, namun juga terkadang Beliau harus berhadapan dengan emosinya yang meledak ledak. Saya belajar banyak dari pengalaman hidup Inang, Walau gimana Orangnya selalu bersikap positive, dia selalu berkata”Dijalankan saja semuanya, dan bersyukur “
Saya selalu berandai, jika saja..Inang masih segar ingatannya, pastti dia akan lebih happy. TErkadang dia sadar kalau dia sudah pikun, dan bertanya ada gak sih obat pikun? Bapak mertua saya lebih tua tp masih awas ingatannya , dan banyak juga orang orang tua yang umurnya lebih senior dibandingkan mertua saya namun masih awas. Tapi..bisa saja , smua itu disebabkan Beliau dulu menjalani hidup yang demikian beratnya , hingga menguras pikiran juga tenaga.
Saya berdoa..agar saya maupun suami, bisa terus memiliki ingatan yang kuat sampai tua. Sehingga Ketika Tua kelak..kami dapat menikmati hari Tua yang berkualitas.Terus terang..merawat mertua saya selama 11 hari itu membuat saya lebih aware untuk menjaga kesehatan baik  fisik maupun mental. Kita semua harus berinvestasi untuk kesehatan kita kelak.
Saya searching tentang kepikunan ini, karena emang gak ada obatnya, tapi paling tidak ,kita dapat mencegah kepikunan..tulisan dibawah saya dapatkan dari : forum.kompas.com
Its remainder buat kita smua buat jalanin hidup secara berkualitas

Pikun merupakan suatu kondisi yang cukup memprihatinkan, yang biasanya terjadi pada orang tua lansia. Sungguh tidak mengenakkan bagi yang mengalaminya dan walaupun mungkin tidak menjadi masalah bagi keluarga yang merawatnya, tentunya kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada diri kita, tidak mau merepotkan keluarga kita nantinya.

Berdasarkan latar belakang ilmu biologi yang saya miliki, disini saya mencoba sharing, memaparkan sebenarnya apa yang dimaksud dengan pikun, penyebab dan tips mencegahnya ^_^

Penyebab Pikun


Dementia adalah istilah medis untuk pikun. Pikun bukanlah proses normal dari penuaan, dapat dialami siapa saja dan dari berbagai usia, namun orang tua lansia memang lebih rentan mengalaminya. Tahun 2005, terdapat 24,3 juta orang yang mengalami pikun di seluruh dunia, tahun 2010 jumlahnya meningkat menjadi 35,6 juta (Britannica).

Pikun bukanlah penyakit spesifik, istilah ini merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala (symptoms) yang terdiri dari:

    1. Daya ingat dan kemampuan komunikasi atau bahasa yang menurun drastis.
    2. Gangguan dalam menilai dan berargumen.
    3. Disorientasi dan perubahan tingkah laku.
    4. Gangguan dalam persepsi visual.
    5. Mengalami kesulitan untuk fokus dan memberikan perhatian.


Pikun disebabkan oleh adanya kerusakan pada sel-sel otak yang membuat kemampuan komunikasi antar sel-sel tersebut terganggu. Otak terdiri dari bagian-bagian (regions) yang memiliki fungsi khusus, misalnya bagian kiri hemisphere otak bertanggung jawab dalam kemampuan menganalisis, logika dan bahasa.

Efek pikun terjadi bergantung kepada letak dimana sel-sel otak yang rusak tersebut berada
Kerusakan sel-sel otak tersebut diakibatkan oleh berbagai faktor yaitu faktor genetis, kecelakaan fisik pada otak (injury), trauma, geger otak, gaya hidup tidak sehat seperti perokok berat dan alkoholik, penyalahgunaan narkoba, stress dan depresi akut, efek dari penyakit hipertensi, diabetes, atherosclerosis (pembentukan plaque/deposit substansi asam lemak, kolesterol dan zal-zat kimia lainnya di bagian dalam pembuluh darah/arteri) dan sakit kepala yang tidak biasa, mengenai sakit kepala .
Berdasarkan jenis-jenis kerusakan sel-sel otak dari hasil analisis biomedis dan biokimia jenis-jenis pikun diantaranya adalah Alzheimer, Vascular Dementia, Dementia with Lewy Bodies (DLB), Mixed Dementia, Parkinson dan Huntington. Alzheimer adalah jenis pikun yangpaling umum ditemui (60-80%).

Perbedaan jenis-jenis pikun tersebut sangat spesifik yang hanya bisa diketahui dan dipahami oleh ahli medis

Tips Mencegah Pikun

Berikut beberapa tips yang dapat mencegah atau menurunkan resiko terjadinya pikun berdasarkan hasil dari berbagai penelitian medis:

1.    Menjaga kepala dari benturan keras atau luka berat. Makanya selalu gunakan helm saat mengenderai sepeda motor, kegiatan konstruksi lapangan dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat membahayakan kepala ^_^
2.    Membaca dan menulis. Kegiatan ini dapat melatih dan menstimulasi sel-sel saraf otak. membaca tulisan-tulisan yang membuat kita berpikir dan membuat tulisan yang membuat orang berpikir ^,^
3.    Bermain catur dan permainan sejenis.
4.    Melakukan permainan memori. Kegiatan ini dapat meningkatkan dan menajamkan kemampuan otak, seperti teka-teki silang, teka-teki matematika dan logika dan menikmati permainan optical illusions .Situs www.michaelbach.de/ot/ merupakan salah satu situs yang sangat menarik mengenai optical illution.
5.    Gaya hidup sehat. Berolahraga secara teratur, menghindari kebiasan-kebiasaan buruk seperti merokok dan menkonsumsi alkohol. Mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, makanan yang sangat baik untuk kesehatan otak diantaranya adalah coklat hitam, buah alpukat, blueberry, ikan salmon dn telur. ". Gaya hidup sehat juga mencakup kegiatan-kegiatan rekreasi dan hobi misalnya fotografi, melukis dan mengutak-atik sepeda motor atau komputer.
6.    Aktivitas Sosial. Menjalin tali kekeluargaan, persahabatan, menghadiri undangan pesta dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya dapat menjaga dan meningkatkan kemampuan otak, khususnya bagian otak yang mengatur fungsi komunikasi.
7.Aktivitas Spritual. Aktivitas ibadah memiliki peran yang cukup signifikan dalam menjaga dan meningkatkan fungsi otak. Karena biasanya ketika kita berserah kepada Tuhan beban hidup terangkat, Ketenangan batin dapat kita peroleh, sehingga stress yang berlebihan dapat di cegah.

Kamis, 27 September 2012

watch out....


Paling sebel saya, kalau lagi PMS, hormone saya selalu “terlalu berani ngelawan saya “, heran…belakangan ini malah menjadi jadi…perasaan jadi melankolis, urat syaraf tegang terus alias emosian , dan jadi pemalas luar biasa.Pokoknya gak bisa ditolerir..Semingguan ini saya berusaha buat lebih banyak istirahat , agak di rem smua aktivitas, karena kalo gak , saya makin emosian…lebih banyak diam, dan narik nafas, karena  saya takut bakal teriak teriak mulu kerjaannya kasian orang rumah, terutama keiko.Rasa nya saya gak boleh nyerah dgn yg namanya hormone, terus menyalahkan keadaan dan mohon di maafkan karena lagi PMS.
Gak boleh..gak boleh…saya harus menang…dari dulu nih, kalo masa PMS hari hari saya jadi kacau. Saya emang gak pernah berteman nech dgn hormone..apalagi pasca saya lahiran. SAYA TUH PARAH BGT, emang tiap wanita ngalamin , Cuma saya merasa belakangan ini makin gak beres. Sempet  searching searching liat tips yg aplikatif kalo pas PMS , dan saya setuju bener dgn yang ada disini, terutama point 1, Ada tips bagus soal makanan yang mempengaruhi si hormone.
Saya dapet dari yahoo, hope bisa saya laksanakan jika si hormone mulai nyerang saya:
Menurut beberapa penelitian, sebelum menstruasi, wanita mengalami perubahan tingkat hormon estrogen dan progesteron. Ada pula laporan yang mengatakan PMS disebabkan karena menurunnya serotonin. Serotonin adalah zat kimia otak yang membuat mood menjadi baik. Kehilangan serotonin bisa membuat para wanita merasa galau.
Berikut ini beberapa tips untuk mencegah PMS:
1. Makan banyak serat

Jika tubuh mendapatkan serat yang cukup (30-35 gram), tubuh akan membuat buang air besar menjadi teratur. Kelebihan estrogen dalam tubuh itu bisa ikut terbuang bersama feses. Ingat, kandungan estrogen yang tinggi merupakan penyebab utama PMS.

Contoh makanan yang bisa dikonsumsi: beras, sayur, buah. Hindari makan daging karena mengandung lemak jenuh yang bisa memperburuk gejala PMS
2. Hindari kelebihan gula
Makanan manis dan karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta bisa menghambat eksresi estrogen dalam tubuh. Makan makanan ini bisa mengakibatkan penumpukan ekstrogen. Wanita dengan kadar gula yang tinggi cenderung memiliki gejala PMS lebih sering daripada mereka yang tidak (Michael Murray dalam ensiklopedia of natural medicine)

3. Kurangi kafein
Hindari teh dan kopi yang mengandung kafein, apalagi jika mengalami gangguan tidur atau nyeri payudara.

4. Makan kedelai
Kedelai mengandung phytoestrogen yang mengikat estrogen sehingga bisa menyeimbangkan kadar estrogen. Mengkonsumsi tahu dan tempe baik untuk mengurangi gejala PMS.

5. Kurangi cemilan asin
Garam bisa membuat perut merasa kembung karena bisa membuat tekanan pada ginjal. Jika ginjal bekerja dengan berat, itu akan menghambatnya mengeluarkan cairan.
6. Tambah vitamin B6
Vitamin B6 baik karena termasuk diuretik sehingga membantu mengurangi air dalam tubuh melalui air seni. Makanan yang mengandung vitamin B6 antara lain polong-polongan, ikan, biji-bijian, kubis, kembang kol, telur, rumput laut
7. Tambah magnesuium dan kalsium
Wanita PMS memiliki kadar magnesium yang lebih rendah. Akibatnya, mereka mengalami sakit kepala, kelelahan, lekas marah, sakit dan nyeri. Magnesium bisa diperoleh dari biji labu, beras, rumput laut, seafood, dan tahu. Sedangkan, kalsium bisa diperoleh dari sarden dan ikan salmon.
sumber : yahoo
Selain itu saya juga perhatikan kalo saya pas lagi PMs itu, saat teduh saya jadi berantakan…padahal punya waktu diam dan hanya bicara sama SANG EMPUNYA hidup dan juga membaca FirmanNya, itu bakalan jadi terapi yg bagus buat mengendalikan emosi saya.
Herannya kok malah di tinggalin ya…, padahal kalo hari hari biasa di sempet sempetin…, hormone..oh hormone..
Memang benar…Manusia bukan hanya hidup dari Roti saja…Malah saya ngerasa, kalo kita lapar rohani saya malah lebih ganas dari harimau.
Catatan buat saya…Next time…jika masa masa hormone jelek mulai menyerang, saya harus menjaga asupan makanan jasmani, dan memperbanyak asupan makanan Rohani.

Rabu, 24 Agustus 2011

Makan untuk Hidup VS Hidup untuk Makan



             VS




Tak pernah terlintas dalam benak saya jika kalap karena makanan adalah sesuatu hal yang berdosa atau pun sesuatu yang sangat tidak baik dan tidak manusiawi. Saya punya pengalaman yang bikin saya kapok, tiba tiba saja saya merasakan suatu keharusan untuk bisa makan di  ...Restoran( Restoran khusus makanan oriental ). Karena sudah lama sekali saya gak makan disana,   saya bener bener Cuma mau makan disana.Sampai suami saya harus bela belain ninggalin tugasnya demi istrinya yang pingin banget makan menu yang Cuma ada di sana, suami sempet nanya, apa harus kesana? Ada banyak restoran yang bisa di kunjungi,kan..? Lagi pula Restoran tersebut hanya ada didaerah tertentu, untuk di Bintaro restoran itu gak ada, alternative terdekat di Depok , Kuningan ataupun di Lippo Karawaci, ya..yang paling dekat ya di Lippo Karawaci ...akhirnya kami pergi, kesana, tapi kami tidak memperhitungkan kemacetan yang terjadi, karena saat itu awal bulan dan hari minggu pula , semua orang sepetinya keluar rumah termasuk kami, kami berjuang kurang lebih 45 menit hanya untuk bisa masuk ke mall yang kami tuju, untuk sekedar memuaskan nafsu mulut yang luar biasa egoisnya ini. Begitu kami sampai di Restoran yang kami tuju, saya makan dengan kalap, memesan semua makanan yang dulu merupakan favorit saya, suami saya sampai geleng geleng liat istrinya, apa abis pikirnya, ya ampun…ternyata abis, Keiko..senang dengan bubur dan kacang panjangnya, Papanya icip icip sedikit, dan saya????!!! Menghabiskan semuanya, sampai rasanya muka saya turn in to red and blue. “kok..tumben sih, bisa ngabisin makanan segitu banyak?” “gak tau jawab saya, kalap kali, secara dah lama gak makan disini” ..”nanti sakit perut” kata suami saya, and guess what …? He’s true, bukan itu aja, mual juga…dan akhirnya tingkat kepuasannya jadi minus….! Sampai saya bilang dalam hati, saya gak akan ke Restoran  lagi dalam jangka waktu setahun…!! Makanan yang saya idam idamkan itu, tidak terlalu special lagi, bahkan sampai saat saya menulisnya disini, saya mengaku salah, saya rakus, saya kalap, sehingga yang ada hanya rasa gak enak  sama badan saya dan juga batin saya, ( saya nyesel ).
Ya…saya memang janji sama diri sendiri, gak mau kalap kayak gitu lagi…buat hal apapun…saya teringat rasa mual dan hadeh…rasa yang gak bisa dikatakan deh! SECUKUPNYA..itu kata yang dipakai buat menggambarkan bahwa akal sehat saya seharusnya  bisa bekerja J . Selain itu beberapa minggu ini juga keluarga kami mengalami duka cita , karena om saya meninggal dunia, dia terbilang masih muda, well.. 50 lah…, tapi semua penyakit ada sama dia, name it….gula, jantung, kolesterol, darah tinggi,penyumbatan di paru paru, otak ,semua karena pola makan, pola hidup dan juga rokok yang gak berhenti dah kayak kereta….Sepertinya om saya itu gak takut sakit, dan..mungkin gak takut mati juga kali. Well..semua orang emang pasti ada ujungnya, Cuma kalo musti sakit sakit berbulan bulan di rumah sakit, karena alasan gak bisa control mulut..itu lain cerita.
Sejak pengalaman di Restoran itu,saya lebih mengekang mulut saya dalam hal makanan, selain itu saya juga memang komitmen buat jaga makan untuk kesehatan ( setelah melihat banyak kejadian tentang efek makanan dan yang dikonsumsi ,sama saudara saudara terdekat ), Selain itu setelah jadi Mommy..saya memang dilarang sakit, gak ada waktu buat sakit, dan gak boleh sakit, jadi pola makan harus diatur. Selain itu juga saya berusaha banget buat ngasih contoh makan yang bener buat Keiko.Bukannya apa apa tapi…selain makan dengan porsi yang bener, saya juga berusaha untuk ngajarin makan yang bener, jenis makanan yang bener, gak asal kenyang, dan bukan sekedar enak . Supaya kelak dia bisa punya pola makan yang baik, dan gimana pun saya harus contohin dari awal, seperti yang kita tahu, akan lebih mudah memperbaiki segala sesuatunya kalau dari awal, atau sedari dia masih kecil.
Dari Pengalaman saya dan kejadian yang nimpa Om saya ( juga saudara saudara saya yang lain ), tekad saya makin kuat buat ngasih yang terbaik untuk keluarga, di meja makan.Gak pernah terpikir bukan kalau selama ini kita mungkin bawa racun kerumah, terus di masak dan dimakan sama  orang tercinta??? Alasan ke praktisan adalah salah satunya, juga soal rasa.Jujur saja, terkadang  indra pengecap kita,mengalahkan akal sehat kita ..ya , salah satunya pengalaman saya di restoran tadi, dari pada masak lama mending beli “ produk ini”, tinggal goreng, tinggal kukus, tinggal seduh, tinggal rebus.Kita terlalu memanjakan diri sendiri, hingga tidak peduli pada tubuh kita dan anggota keluarga yang lain, juga orang lain.Lihat saja iklan di Tv, hampir 60 % nya adalah iklan produk makanan, apa yang kita lihat , semuanya adalah membicarakan soal kepraktisan dan rasa…ada yang berbicara soal dampak nya bagi kesehatan? Tidak..itu menyusul…Jadi , sayur dan buah, ikan , daging tinggal kenangan, mereka adalah makanan zaman dahulu, sekarang…sayurnya sudah di modif, ikannya gak pake tulang, dagingnya udah lembut, buahnya lebih enak karena dah jadi manisan dan dalam kaleng. Rasanya dijamin buat lidah goyang. Pencernaan kita juga ikutan goyang..terlalu cape, buat ngikutin kemauan mulut sang empunya nya ,tapi kalo diperhatikan sebenarnya anggota tubuh kita protes , gak percaya? Kalo kita makan kekenyangan dan makan sembarangan, apa yang terjadi? Ngantuk, badan terasa berat, loyo, masalah dengan pencernaan. Dalam jangka waktu yang panjang, adalah tekstur kulit yang berubah ( cenderung terlihat kusam), naiknya tekanan darah,gula..bla..bla..dan temperamen yang cepet naik darah alias marah. Saya rasa Back to nature, itu bukan hanya slogan buat iklan perumahan, ataupun iklan obat yang bilang lebih baik obat herbal , atau soal perawatan kecantikan. Tapi juga soal makanan..udah jelas, sayur yang kita beli dipasar dan langsung diolah itu lebih baik kandungan gizinya, dari pada kacang atau sayur kalengan, ikan yang baru kita beli akan lebih bermanfaat jika di pepes dari pada ikan yang beku, dan punya tanggal expired satu tahun lagi. Belum lagi soal bumbu bumbu tambahan yang katanya akan lebih menyempurnakan masakan kita, padahal bumbu itu bukan 100 % bumbu, lebih banyak zat aneh yang bahkan kita sendiri gak bisa nyebutinnya. Semuanya serba praktis, dan enak bagi mulut,..belum lagi soal Restoran cepat saji, alias Fast Food, he..he..tapi saya terjemahinnya adalah : saya lebih baik berpuasa alias gak makan ( Fast ) , ketimbang , makan (food) , makanannya. Cara yang paling hebat dalam menghemat uang , kalori dan juga biaya ke dokter , ya dengan makan, makanan rumahan tanpa di embel embeli, masalah ke praktisan. So..Mommy siapin waktu sebentar, plus kertas dan pulpen: pikirin menu apa yang akan kita bikin di satu minggu ke depan, ( and real food plz…!!!!).

Saya adalah orang yang sangat sangat memanjakan indra pengecap saya, tapi..saya sadar, itu tidak boleh terus berlangsung, karena saya juga harus mikirin dan memanjakan pencernaan saya. Sekarang saya tahu mengapa makanan bisa membuat saya berdosa,bagaimana? Karena mereka mengubah gula darah saya dan membuat saya mudah marah dalam waktu 30 menit. Lalu saya menjadi murung karena pakaian saya tidak muat lagi.Selain itu saya menghabiskan sejumlah banyak uang hanya untuk makan dan memanjakan lidah saya ( yang tidak kurang hanya 5 or 7 cm ), sementara diluar sana banyak orang yang kelaparan karena tidak makanL
Tulisan ini bukan menentang untuk kita tidak boleh makan enak, tapi..lebih kepada penguasaan diri dan juga secukupnya, lebih dari pada apapun jika kita mulai kalap akan sesuatu dan mengidam idamkan makanan tertentu ( yang biasanya emang Cuma enak dilidah saja ) yang harus dilakukan adalah bertanya pada diri sendiri, apakah ini baik untuk saya? Apakah ini baik untuk keluarga saya?
Jangan sampai , makanan itu memakan kita , jangan Hidup , hanya melulu soal makan . Makan apa, makan dimana? Saya mau makan ini, udah lama gak makan ini dan… kalap …, tanpa liat kalau yang enak itu bikin kita dan keluarga penyakitan.  Tapi makanlah untuk untuk Hidup. Makan , makanan yang memang fungsinya sebagai makanan, tak berubah., makan lah secukupnya, sambil “liat kanan , kiri kita” ,kalau banyak orang yang belum bisa makan. Coz Life is just not about food, food, and food.




Kamis, 30 Juni 2011

Opung Cihui.......!

Tulisan ini saya dedikasikan buat Ibu. Betty Panjaitan. Sungguh sebuah inspirasi yang sangat nyata bagi saya, sebagai seorang yang masih bisa dikategorikan “yunior”, dibandingkan beliau yang telah senior ,untuk bisa hidup secara berkualitas.Saya mengenal beliau,di sebuah tempat kebugaran disebuah club house keluarga , di perumahan Graha Bintaro. Saya dan suami memang sepakat, untuk berusaha tidak ke mall, jika weekend tiba, jadi kami setuju mengisinya dengan berolah raga dan berwisata , kebetulan berenang adalah olah raga favorit suami dan si kecil, jadi kami memutuskan untuk berenang, if weekend tiba. Terdapat beberapa kolam renang di Bintaro, namun karena beberapa pertimbangan, kami memilih di Club House graha Bintaro, ternyata disana juga ada beberapa kelas kebugaran  lainnya, antara lain adalah yoga dan aerobic.Karena sesuatu dan lain hal saya tiba tiba tertarik untuk memilih yoga , pikir saya, selama ini jika saya beryoga saya selalu sendiri, senang juga kali…if beryoga, bisa bareng bareng . Jadi suami dan anak saya berenang, saya untuk kali itu “memisahkan “ diri untuk beryoga. Tidak terlalu banyak yang ada dalam kelas tersebut,karena kebetulan bertepatan dengan minggu anak anak menerima raport, hanya lima orang termasuk saya, kelas belum dimulai, karena saya kira masih nunggu gurunya..omong punya omong ternyata, sang guru telah datang dari pagi jam 6, yang lain bilang….Opung kalau ngajar gak pernah telat, malah kita kita yang sering ditunggu sama Opung. Opung adalah sebutan untuk nenek , dalam bahasa Batak…, saya melirik si Opung tadi…saya sampai bingung…kenapa disebut Opung,padahal kan bisa disebut dengan ibu si A or B, secara dia juga belum tua tua amat. Karena saya paling baru dikelas, sang guru mengenalkan dirinya pada saya, dia memiliki sebelas cucu, dan sekarang berumur 67 tahun dan sebentar lagi menginjak usia 68 tahun. Saya ternganga… 67 tahun…….!!!!! Waduh….., ajaib banget, wajahnya tak berkerut seperti orang orang lansia yang saya tahu berumur sekitar itu, suaranya juga tegas, dan lantang, saya pikir kalo ngomong dilapangan si Opung ini pasti gak perlu pake mikrofon…, terus yang bikin saya bengong adalah kelenturan tubuhnya sangat luar biasa, dan bentuk tubuhnya juga tetap terjaga dengan baik, staminanya bikin mulut saya ternganga, dari awal sampai akhir. Luar Biasa….teman yang lain juga cerita, kalau si Opung ini juga mengajar aerobic, biasanya yang teler itu bukan Opung, tapi kita..kita….Saya terkagum kagum…ini adalah contoh nyata tentang bagaimana efek dari berolah raga dan hidup sehat.
Pagi itu….saya diberikan suntikan semangat baru untuk hidup secara sehat, dan menjadikannya sebagai cara hidup saya, bukan untuk menjadikan bonus dari hidup sehat itu, sebagai tujuan saya. Saya semakin mengerti sekarang jika selama ini banyak orang yang mengejar efek dari hidup sehat itu,antara lain awet muda, ramping, kencang, bebas penyakit dan pegal pegal dan untuk mendapatkan efek itu sebagian orang melakukannya dengan berbagai upaya. Tapi…lupa yang paling penting adalah bukan hasil dari hidup sehat itu, tapi hidup sehat itu sendiri. Perbedaannya sangat besar antara hidup sehat, serta menjadi awet muda..menjadi ramping…menjadi kencang…..Jelas beda juga cara berpikir si orang tadi.Segala sesuatu yang instan di zaman modern sekarang pun membuat segala nya bisa dibikin instan, salah satunya adalah urusan penurunan berat badan. Badan besar tiba tiba bisa saja jadi ramping dalam hitungan hari dengan sedot lemak misalnya. Saya tidak terlalu paham dengan prosedurnya, tapi ada salah satu dari rekan ibu saya, yang ramping tiba tiba karena sedot lemak, yang mengakibatkan dia mengalami serangan jantung dan kemudian meninggal secara tiba tiba, entahlah….walaupun tidak secara tiba tiba, tapi saya tetap berkeyakinan, akan lain ceritanya jika teman ibu saya itu berolah raga dan berdiet sehat untuk menurunkan berat badan. Selain itu contoh yang lain adalah keluarga kami sendiri,Kebetulan kami adalah keluarga besar, saya punya 11 keponakan , dan sebentar lagi saya punya 12 keponakan, dalam sebulan kami bisa kumpul kumpul dan makan makan untuk merayakan ulang tahun mereka, bisa dua atau tiga kali, seperti biasa jika kami berkumpul makan, hidangannnya sangat tidak ramah bagi kami kami yang sudah “berusia” , dan rata rata ipar ipar saya adalah pengidap kolesterol tinggi, untuk menyiasatinya mereka meminum “pil ajaib” dulu..yang katanya bisa turunkan kolesterol, tapi..pil ajaib itu juga tidak terlalu ajaib, karena salah satu ipar saya terserang stroke ringan diakibatkan tekanan darahnya yang tinggi , serta kolesterol yang sudah melampaui batas normal. Jadi memang semuanya itu tidak bisa hanya menggunakan cara pintas, hasilnya tidak “memuaskan”, karena hanya berorientasi pada hasil, bukan prosesnya. Padahal justru pada proses yang baik dan sempurnalah yang menjadikan hasilnya baik , saya rasa tidak ada cara lain yang bisa menghasilkan roti yang sempurna jika adonannya tidak dicampur dengan baik, diuleni, kemudian baru dipanggang…kalau langsung dipanggang…pastinya gak bakal jadi roti.
Jadi…saya sangat bersyukur, jika selama ini cara saya dalam usaha untuk hidup sehat, sudah pada tempatnya, hanya saja…memang tidak selalu optimal. Kadang saya nyerah juga sama lingkungan sekitar, ataupun pada keinginan diri sendiri…, nonton sampai menjelang pagi..hingga keesokan harinya badan terasa lemas gak karuan, hingga olah raga pun sudah bukan prioritas lagi, nyerah pada godaan lidah, ketika saya sedikit membebaskan diri pada makanan saya. Gak apa apa lah sekali sekali…hidup harus dinikmatin…batin saya, demi menentramkan suara hati saya yang merasa bersalah. Memang benar…hidup harus di nikmatin , tapi juga harus bijaksana..coz sekalinya kita terbawa slogan untuk menikmati hidup , kita akan lupa  berkarya dalam hidup. Dan hidup tidak akan penuh dan optimal jika terhambat oleh kenikmatan sesaat.         
Jangan takut akan proses, yang sebagian orang bilang itu adalah lambat..tidak efisien, namun karena  berproseslah segala sesuatunya menjadi sempurna, jangan lupa untuk berusaha berpikir secara positive dan dalam, tidak dangkal hanya untuk melihat hasil, tanpa peduli bagaimana cara meraihnya. Itu adalah langkah awal yang besar bagi kita untuk optimal dalam menjalani hidup.
Saya bersyukur melihat contoh nyata dalam hidup saya, bagaimana seseorang bisa begitu bugar, sehat, bahagia, bergairah dalam menjalani kehidupannya.  Mustahil jika Opung dalam hidupnya tidak memiliki banyak masalah, secara juga dia telah menjanda lama , namun cara dia menghargai raganya dengan menjaganya secara baik, maka sang jiwa pun tentram dan tenang tinggal dalam raga yang tahu menghargai hidup.Ketika pikirannya tenang dia dapat berkarya optimal untuk bisa membimbing anak anaknya dan kami murid muridnya.
Ayo…tarik nafas…tahan…1,2,3,4,5,6,7,8, keluarkan…..pelan pelan…., ok…itu satu set tinggal berapa lagi…?! 7 set lagi…ayo , jangan loyo…tangannya jangan salah, pinggang lurus…Begitu deh cara Opung ngajar..suaranya????jangan ditanya menggelegar tanpa ampun…. Begitu 1 pose selesai dengan 7 kali set, Opung ketawa di depan, enak….???? Ayo..jangan loyo, gak asik dilihatnya, Ayo goyang Cihuiiii….!!!!!
Thx Opung..buat semangatnya , hingga  kami berharap kelak bisa menjadi tua dan cihuii…! Seperti Opung
HORAS…..!!!!

Jumat, 17 Juni 2011

POLA

Hal apa yang paling berharga/ yang membuat paling bahagia  dalam hidup? Jawabannya pastilah berbeda beda antara satu orang dengan orang lainnya, namun…secara general kesehatan adalah salah satu dari sekian banyaknya jawaban kita, saya pribadi pun menempatkan kesehatan sebagai sesuatu yang berharga dalam prioritas kehidupan saya, karena kesehatan saya adalah pendukung utama untuk saya dapat menikmati keberhargaan dalam hidup saya . Seminggu yang lalu kami sekeluarga dikejutkan oleh berita dukacita , karena seorang teman dari ibu saya, yang nota bene jauh lebih muda, meninggal secara mendadak. Ketika ia selesai berbicara, dan tiba tiba saja, ia terduduk dan tidak ada, terlepas dari memang sudah waktunya beliau untuk merampungkan karyanya didunia, mau tidak mau saya pun mengingat dan mengenang bagaimana beliau semasa hidup. Seingat saya dia adalah sosok pribadi yang cukup bersosialisasi, memiliki wajah yang manis, dan tubuh yang lebih besar dibandingkan para ibu lainnya. Namun terakhir kali saya melihat dan bertegur sapa denganya, ia terlihat jauh lebih slim, perubahannya sangat drastis, sampai sampai saya tidak bisa mengenalinya.Beliau memang kehilangan bobot sampai 20 kg. Peristiwa ini mengingatkan saya, tentang kematian dua orang om saya. Yang satu terjadi ketika saya masih kecil, ketika acara keluarga tiba tiba saja beliau terjatuh..dan kemudian dinyatakan tidak ada oleh dokter setempat, dan yang satu lagi, om saya terjatuh di kantor, kemudian koma , dan menjelang beberapa minggu pernikahan saya beliau dinyatakan meninggal.  Om saya yang pertama, memiliki obesitas dan jantung, om saya yang kedua memiliki sakit gula yang cukup akut. Kedua om saya itu masih muda ketika peristiwa itu terjadi.Semua itu membuat keluarga yang ditinggalkan luar biasa downnya,  mereka bahkan harus mencubit pipi mereka sendiri, untuk meyakinkan diri mereka , bahwa kejadian tersebut bukanlah mimpi, tapi suatu hal yang nyata, walaupun mereka berharap bahwa itu , sekedar mimpi buruk.
Hal ini selalu menjadi pelajaran pahit buat saya, dan juga buat keluarga yang ditinggaalkan untuk kita dapat memanfaatkan kehidupan secara bijaksana, dan juga memelihara kesehatan dengan baik. Secara kita adalah mahluk social, jika terjadi sesuatu dengan kita, pastinya itu akan berimbas pada orang orang sekitar kita, paling tidak bagi keluarganya. Setelah saya menjadi seorang mama, saya jadi orang yang sungguh berbeda, dalam hal memandang kesehatan, sewaktu belum dikaruniai anak, saya menganggap kesehatan itu hal yang sepele dan dapat dibeli dimanapun. Tapi semenjak saya memiliki anak, saya tahu betapa berharganya sehat itu, apalagi sebagai mama baru, saya tidak boleh sakit, hal itu akan menyulitkan kami sekeluarga dan secara tidak langsung mengganggu proses tumbuh kembang anak saya. Memang tidak dapat dipungkiri, selama kita hidup, mau tidak mau kita harus “berteman “ dengan penyakit, tidak bisa tidak sesekali kita pernah sakit, tapi itu tidak membuat kita lalu menyerah dan berpasrah dan memperlakukan tubuh ini sebagai sarang penyakit. Hidup berkualitas adalah cita cita saya, dalam hal apapun, secara rohani maupun jasmani, menjaga kesehatan adalah cita cita saya untuk hidup berkualitas secara jasmani.
Memang ironis sekali kemudahan hidup zaman sekarang, justru membuat sulit orang untuk hidup sehat dan layak. Segala sesuatunya menjadi sangat permisif, akan batas jelas boleh dan tidak, semua dikemas dalam kemasan yang baik sekali, sampai sampai orang tidak tahu apakah itu memang layak untuk dimakan, dilekatkan dihirup , dan ditaruh pada tubuh. Makanan cepat saji, menjadi makanan bergizi dan praktis buat keluarga, sampai sampai ada orang yang bilang, untuk tidak perlu melelahkan diri dalam hal memasak, karena bisa langsung telephone dan makanan siap diantar, tidak perlu meracik, tinggal goreng, tinggal rebus, tinggal seduh, tinggal kukus. Dulu awal awalnya si bibi sampai bingung luar biasa…karena dirumah kami kalau masak tidak pakai bumbu penyedap, karena bagi saya ( garam dan gula) dicampur, telah menjadi sama gurihnya seperti penyedap, dia pun sempat tidak berselera makan , karena telah terbiasa makan dengan sentuhan “magic”, seorang kerabat berbangga hati karena telah menyediakan sarapan pagi yang cepat dan praktis serta bergizi bagi semua anak anaknya, dan bingung melihat saya , masih memasak makanan buat anak saya, secara dia bilang kan ada yang praktis, kenapa pilih yang susah? sampai sampai saya merasa jadi yang aneh karena tidak ikutan tend . Padahal saya tahu dan banyak orang lain juga tahu bahwa kepraktisan itu terjadi karena banyaknya bahan bahan artificial yang tidak layak dikonsumsi , nilai gizinya tidak sebanding dengan yang fresh kita beli dari pasar , dan yang jelas kepraktisan itu praktis membuat  hidup pun lama lama jadi “praktis”.
Itu baru soal pola makan, belum lagi soal  pola hidup yang katanya orang zaman sekarang jauh lebih dimudahkan karena fasilitas yang bisa memudahkan orang untuk mempunyai hidup yang lebih berkualitas.Mau tampil langsing tinggal suntik, mau putih tinggal oles, mau apapun bisa cin…asal ada duitnya, karena pada dasarnya setiap orang pasti maunya tampil cantik dan menarik.Gak ada yang mau tampil seadanya. Jadi , banyak orang rela untuk mengeluarkan jutaan rupiah demi mendapatkan penampilan yang aduhai .Selama  proses hamil, dan melahirkan dan menyusui, saya sangat tidak mempedulikan penampilan saya, sampai suatu saat saya harus kembali mendampingi suami pada pernikahan kerabat, dan banyak yang gak kenalin saya, saking  saya acakkadulnya. Minder banget rasanya, dan saya  tekad untuk memperbaiki tampilan fisik saya, memang  cara cara instan pun terbersit oleh saya supaya cepet, tapi seperti saya bilang, instan itu pake uang besar, sementara sekarang saya ibu rumah tangga tak berpenghasilan, saya harus pintar menyiasati uang suami , belum lagi kami baru mempunyai seorang anak, rasanya sayang kalau musti pake uang untuk “robah penampilan”, akhirnya saya mencoba cara yang murah, yaitu atur pola makan, olahraga, sama mencoba banyak bergerak, istilahnya hidup aktif.Wah..bener benar perjuangan, terutama soal pola makan, mengekang  mulut ini never been easy, uuuhhhh …….namun akhirnya berhasil juga, bonus lainnya saya juga lebih merasa sehat, jarang marah,lebih happy, dan nambah banyak pengetahuan soal kesehatan, karena saya banyak baca dan mencari cari informasi soal info kesehatan, nutrisi, dan segala macamnya.Tentunya saya tidak akan merasa seperti itu jika saya menempuhnya dengan cara yang instan. Ada seorang ibu, yang karena pinginnya kurus ia minta suntik kurus….memang berhasil, tapi rambutnya jadi rontok, dan yang lebih bikin dia gemes, badannya balik lagi dengan ukuran yang jauh lebih besar dari sebelumnya, ada teman saya, yang mau langsing sampai minum pil pil, yang bikin perutnya jadi kembung dan kena maag akut, sampai harus masuk rumah sakit, Cara yang instan itu selalu punya slogan gain with out pain , padahal jika kita mau aktif bergerak pasti cita cita kita akan berhasil, tidak mungkin tidak, dan slogannya pun tetap sama malah dapat bonus dibelakangnya : gain with out pain and healthy .Jangan kira setelah kita pulang kerja, dengan tubuh yang lelah sama dengan lelahnya ketika kita berolahraga, penatnya tubuh justru karena kita “tidak bergerak” , tidak percaya?, berangkat kerja pakai mobil, sampai kantor naik lift, sampai meja kerja duduk terus sampe jam istirahat, dari makan sampai minum sudah disediakan OB, istirahat makan siang males turun   coz kerjaan numpuk dan cuaca kalo gak panas banget ya ujan….pulang kerja ada janjian sama temen, makan malem plus nonton, sampai rumah “dah cape bgt” trus tidur…keesokan harinya kejadiannya gak jauh jauh dari itu juga, weekend tiba, dan seharian molor coz, capenya luar biasa,dan begitu senin masuk kantor badan bener bener gak keruan rasanya..seems so familiar ? Semunya bisa dirubah kok, dengan sedikit usaha. Misalnya parkir atau berhenti di halte yang agak jauh dari kantor, sehingga paling gak membuat kita untuk “terpaksa jalan “, trus ketika naik lift usahakan turun di dua lantai sebelum kantor kita, seandainya perlu sesuatu dikantor, entah perlu makan siang, minum atau apapun, jika kita tidak terlalu sibuk, usahakan untuk  kerjakan semuanya sendiri, sehabis makan siang, usahakan untuk bergerak seperti berjalan disekitar lingkungan kantor, kalau panas? Or hujan? Ya didalam kantor aja.Dan ketika weekend tiba, usahakan bangun lebih pagi untuk berjalan, berlari, bersepeda, berenang, bererobik, silahkan pilih sendiri olah raga apa yang cocok buat kita, saya rasa itu sudah cukup…tak perlu jadi member gym yang mahal, dan Cuma datang seminggu dua kali, atau bahkan seminggu sekali.Usaha itu tidak hanya berpengaruh pada stabilnya berat badan, tapi sebagai bonus tidur kita pun pasti lebih nyenyak ,serta badan tidak terlalu penat.
Dan yang paling berpengaruh adalah pola pikir kita, karena katanya yang paling berbahaya adalah pikiran, makanya ada istilah positive thinking dan negative thinking. Paling menyenangkan memang berada disisi orang yang positive, dibandingkan yang negative, secara auranya jg beda.Jadi…kalau orang disekitar kita aja tau mana orang yang positive atau orang yang negative, apalagi tubuh kita sendiri???? Kalau kita orang yang negative an..pasti terlihat jelas diraut muka dan kesehatan kita. Memandang hidup dari sisi yang ribet melulu, sulit untuk disenangkan, terlalu banyak menganalisa yang gak jelas juntrungannya, melihat orang salah mulu, pujian susah banget keluar dari mulutnya, gak bisa nikmatin hidup kecuali ada mobil mewah turun dari langit, gimana gak bikin darah tinggi melonjak cepet banget, dan yang pasti stress datang dan tetap tinggal dalam dirinya, waduh….saya gak mau ah jadi orang kayak gitu. Pastinya kita semua yang waras pingin jadi orang positive…tapi terus terang jadi orang positive itu perlu latihan yang terus menerus, sama seperti olah raga, pikiran kita pun perlu diolah supaya gak jadi tempat sampah yang jadi sumber dan sarangnya penyakit.
Ada awal ada akhir,dalam hidup, itu pasti….but in between it would be better jika kita benar benar hidup secara berkualitas. Salah satu cara buat kita menghargai hidup dari Tuhan, tidak sembrono dan takabur dalam menjaga kesehatan, sepertinya jika kita memperlakukan tubuh ini semau gue, itu sah sah aja, secara ini kan badan kita, padahal konsekwensinya panjang dan menyedihkan. Saya percaya dengan menerapkan pola makan, pola hidup aktif dan pola pikir yang baik tubuh kita pun akan sangat mencintai kita, hasilnya pastilah hidup yang lebih berkualitas. Body kita ini satu satunya, gak seperti body mobil yang bisa dicari di bengkel or show room mobil, harus dirawat baik baik, sehingga pikiran kita terang dan kita dapat berkarya dengan optimal. So..kalau pola nya masih berantakan ayo..kita perbaiki sama sama supaya menjadi pola yang cantik dan menarik

Minggu, 29 Mei 2011

Pilih jenis makanan sesuai mood dan kondisi tubuh


Sewaktu saya masih gadis, dan tinggal bersama orangtua , paling suka cemberut kalo membuka tudung saji, isinya bisa ditebak, tahu, tempe ( dari yang goreng tepung, bacem,oreg) , sayur tumis or bening, bisa dibilang bosen banget. Saya sih tetep makan, walaupun tidak dinikmati, asal makan saja. Karena saya adalah pecinta kuliner sejati, bagi saya makanan itu juga penghibur saya, jadi kalau rasanya standar..saya tak bisa menikmatinya. Jadi bisa ditebak dalam satu minggu saya bisa menghabiskan beberapa porsi sate, sop buntut, tongseng, belum lagi bakar bakaran makanan seafood, dan fast food lainnya, ketambahan saya bekerja, dan sering pulang larut malam yang memungkinkan saya melahap begitu banyak makanan yang menggiurkan tadi. Dan saya pun beruntung, karena dikaruniai, tubuh yang metabolismenya bagus, jadi saya gak pernah gemuk, dengan tinggi badan 155 cm, berat saya tetap stag di 45 – 48 kg , Kalaupun melambung tak pernah sampai baju kesempitan.
Kemudian saya menikah….Hobby itu makin dahsyat, karena suami saya hobby makan pula. Disinilah dimulai, naiknya bobot tubuh saya, teman kantor waktu itu, sampai heran melihat badan saya yang makin besar ( padahal tidak hamil ) saya mencapai 55 kg, bisa dipastikan baju banyak yang tidak muat.

Dan sebagai pengantin baru, kami pun merindukan kehadiran buah hati, namun saya kosong selama sembilan bulan. Perubahan status saya menjadi seorang istri, dan segala sesuatu yang baru, baik rumah dan tempat tinggal, keluarga besar yang baru , perilaku suami, dan lain sebagainya, membuat saya stress, mudah marah, menangis , home sick pada rumah orang tua.Dan semakin saya stress semakin saya banyak makan, semakin saya banyak makan ,semakin saya bertambah lapar dan terus menerus bertambah stress, seperti lingkaran setan.

Sampai disuatu pagi, saya kebingungan, untuk pergi kekantor, karena bajunya gak ada yang muat. Saya tahu saya harus merubah pola makan saya, jadi secara drastis keesokan harinya saya membawa bekal makan dari rumah, sampai sampai teman satu kantor kebingungan ngeliat saya. Saya tidak kasih alasan apa apa , cuma bilang kalau saya lagi jaga badan, dan hidup sehat biar cepat punya anak. Salah seorang rekan kerja nyeletuk, kalo gitu makan banyak toge aja, nanti cepat hamil. Saya tidak suka toge, dan semua sayuran , tapi…demi berat badan yang makin melambung serta keinginan untuk punya anak, saya mencoba untuk memasukkan sayuran itu dalam menu harian saya. Setelah kurang lebih tiga bulan saya berusaha untuk memakan bekal dari rumah, berat badan sedikit berkurang, dan saya dinyatakan positive hamil.Celetukan teman saya tentang toge, membuat saya penasaran, jadi semasa kehamilan dan berkelanjutan sampai sekarang, saya mulai rajin membaca jurnal atau buku kesehatan dan tentang gizi, akhirnya saya mengerti sekarang ternyata taoge itu begitu banyak menyimpan vitamin E, yang memudahkan organ seks mendapatkan pasokan oksigen segar, sehingga meningkatkan daya tahan ( stamina ), dan memudahkan orgasme , terutama pada wanita, hal ini lah yang membuat makanan ini disebut sebagai makanan fertilitas.  

Ternyata makanan yang selama ini saya konsumsi berubah fungsinya, dari fungsi sebenarnya. Makanan diperlukan untuk memperbaiki kondisi tubuh, tapi saya memerlukan makanan untuk memanjakan selera lidah saya, dan tentunya selera lidah saya tidak untuk memanjakan tubuh saya, namun justru merusaknya. Sekarang saya mengerti kenapa saya mudah marah, menangis, stress, merasa lemas, itu semua akibat dari pada makanan yang telah saya konsumsi.Karena makanan mempengaruhi perilaku, dan kualitas kesehatan seseorang.

Neurotransmitter , adalah senyawa kimiawi zat penghantar saraf dalam otak, ia bertugas menyampaikan pesan dari satu sel ke sel yang lain. Ia mengontrol seluruh fungsi tubuh, dan zat penghantar ini sangat sensitive terhadap asupan gizi, karena asupan gizi akan langsung mengubah konsentrasi hormone hormone ( serotin, norepinefrin, dan dopamine), hormone hormone inilah yang sangat berpengaruh pada perasaan suasana hati, hasrat , pikiran, bahkan perilaku juga kualitas kesehatan tubuh seseorang.

Kita harus aware terhadap kondisi tubuh kita, jika kita sedang terserang stress berlebihan, aturlah pola makan dengan baik, serta olah tubuh , makanan apa saja yang berguna untuk menyembuhkan sindrom sindrom tersebut, berikut sekelumit uraian manfaat dari makanan untuk mempercepat hilangnya sindrom sakit penyakit tersebut

Makanan untuk meredakan stres dan depresi
Gejala utama stres : Kelelahan, sulit tidur, sakit punggung dan tengkuk, sakit kepala, pening, mata berair, munculnya gejala pilek dan flu, gangguan pencernaan seperti kembung, nyeri lambung, sembelit atau malah diare.
Gejala utama depresi : perasaan tertekan, kehilangan minat dan kebahagiaan, serta beberapa kondisi seperti merasa tak berharga, mudah tersinggung, berat badan naik drastis atau turun drastis, hilang nafsu makan, atau bertambah nafsu makan, bahkan muncul pikiran untuk bunuh diri

Gizi anti stress dan anti depresi adalah asupan karbohidrat kompleks , karena stress dan depresi menguras banyak sekali energy,karbohidrat sederhana seperti gula dan makanan manis manis sebaiknya dibatasi. Jika tidak , akan memperparah keadaan, karena untuk memecah gula menjadi energy diperlukan banyak sekali vitamin B.Akibatnya defisiensi vit.B makin memuncak, dan stress pun bertambah. Perbanyak asupan vit.B kompleks , karena vitamin ini diperlukan untuk membantu membongkar asupan karbo, protein, dan lemak dari makanan menjadi energy sipa pakai

Makanan yang sebaiknya diutamakan
1.      Beras merah kaya akan karbohidrat kompleks
2.      Kangkung mengandung serat, yang baik bagi pencernaan
3.      Papaya kaya akan serat larut
4.      Ikan tuna berlimpah niasin, salah satu dari vitamin B kompleks
5.      Alpukat mengandung asam folat
6.      Keju segar berlimpah biotin
7.      Susu kedelai kaya akan vitamin B1
8.      Jamur menyimpan vitamin B2
9.      Yogurt menyimpan vitamin B5
10.  Ubi jalar kaya akan vitamin B6
11.  Kerang kaya akan vitamin B12
12.  Ikan teri kaya akan kalsium
13.  Tempe kaya akan asam amino
14.  Kacang hijau kaya akan selenium
15.  Jambu biji kaya akan vitamin C
16.  Ikan salmon, kaya akan asam lemak omega 3


Makanan untuk menghilangkan keluhan sindrom Pramenstruasi
Biasanya terjadi 1 sampai 14 hari sebelum menstruasi
Gejala psikologis : mudah tersinggung, gugup, gelisah, pemarah, mudah panic, keranjingan makanan, sampai menurunnya gairah seksual
Gejala fisik : perut kembung, berat badan cenderung naik, pusing, pembengkakan payudara, rasa sakit pada perut bahkan disekitar tubuh

Penyebab nya adalah terjadinya ketidakseimbangan antara hormone estrogen dan , hormone progesterone dalam tubuh.Estrogen yang berlebih disebabkan ketidak mampuan tubuh memecah estrogen. Ini terjadi jika konsumsi vitamin B. kompleks, tidak memadai. Jadi jika kita mengalami pramenstruasi yang cukup parah perbanyaklah makan yang mengandung vit. B, terutama B6, magnesium, kalsium, seng dan serat kasar

Makanan yang sebaiknya diutamakan
1.      Beras merah Kaya akna vitamin B kompleks
2.      Ikan Kaya akan B kompleks
3.      Hati sapi kaya akan B kompleks
4.      Kacang kacangan Kaya akan B kompleks
5.      Alpukat Kaya akan vitamin E
6.      Kacang merah kaya akan kalsium
7.      Apel Kaya akan magnesium
8.      Kerang Kaya akan mineral seng
9.      Bayam kaya akan serat

Makanan untuk meredam depresi pasca melahirkan

Gejalanya antara lain
1.      Merasakan ketidakbahagiaan
2.      Daya ingat merosot
3.      Menurunnya kemesraan terhadap pasangan
4.      Mengalami gangguan pola makan
5.      Sulit tidur
6.      Mudah tersinggung
7.      Muncul perasaan ingin bunuh diri
8.      Selalu merasa bersalah

DPM, disebabkan rendahnya asupan asam amino tirosin selama hamil, tirosin ( yang ada pada yogurt ) diperlukan membantu pembentukan hormone serotin yang mampu membuat mood nyaman kelenjar adrenal yang menghasilkan hormone adrenalin yang menimbulkan perasaan nyaman. Agar tirosin dapat dimanfaatkan optimal tubuh memerlukan asam folat, vit. B3, vit.C dan mineral

Makanan yang sebaiknya dikonsumsi:
1.      Kentang  kaya akan karbohidrat kompleks
2.      Yogurt kaya akan asam amino tirosin
3.      Telur kaya akan asam amino triptofan
4.      Alpukat kaya akan magnesium
5.      Daging ayam tanpa lemak kaya akan niasin
6.      Ikan tuna kaya akan omega 3

Makanan untuk mengatasi hiperaktivitas pada anak
Indikasinya antara lain :
1.      Emosi dan tingkah laku labil dan sulit diduga
2.      Kalau bermain cepat bosan
3.      Ketika menyelesaikan tugas, anak sulit berkonsentrasi
4.      Disekolah , sulit berkonsentrasi, perhatiannya mudah teralihkan, gemar berjalan jalan dalam ruang kelas
5.      Pada bayi, terdapat gerak motorik yang terlalu berlebihan

Penyebabnya , selain kuantitas dan kualitas tidur yang kurang memadai, asupan gizi tidak seimbang , bahan aditif makanan dan kafein yang berlebihan ( ketika ibu hamil ) merupakan factor pencetus hiperaktivitas pada anak. Asupan gula sangat berpengaruh terhadap perilaku anak, karena anak sangat sensitive terhadap asupan gula, gula segera melambungkan kadar gula darah dan hormone adrenalin yang mengontrol kadar gula darah. Namun tingginya kadar adrenalin memacu hiperaktivitas

Untuk penanganannya , apalagi jika hiperaktivitas itu parah harus dikonsultasikan pada ahlinya, khususnya psikolog anak, dan tentunya bekerja sama dengan guru guru ( jika mereka sudah bersekolah ), selain itu kita pun dapat membantunya dengan memberikan makanan yang dapat mengurangi hiperaktivitas mereka.

Makanan yang sebaiknya di konsumsi :
1.      Pepaya Kaya akan vitamin c
2.      Wortel kaya akan beta karoten
3.      Jagung manis kaya akan betakaroten
4.      Ubi jalar merah mengandung beta karoten
5.      Alpukat menyimpan banyak magnesium
6.      Bayam Kaya akan kuersetin
7.      Bawang putih Kaya akan kuersetin
8.      Bawang bombai Kaya akan kuersetin
9.      Ikan salmon Kaya akan vitamin B5
10.  Ayam kampong Kaya akan niasin
11.  Kacang hijau Kaya akan zat besi
12.  Minyak zaitun Kaya akan asam lemak omega 3


Sungguh tidak salah, jika sebagai manusia, kita ingin menikmati hidup dengan menyantap makanan lezat, namun sangat salah jika karena kita ingin menikmati hidup dengan makan sembarangan dan merusak tubuh. Jadi mari kita teliti kondisi tubuh kita, dengarkan rintihannya, apa yang diperlukan , selidiki, dan terapkan pola makan sehat. Mungkin pada awalnya sangat tersiksa, saya pun tersiksa harus merem nafsu makan, namun saya mendapatkan manfaat dengan memiliki tubuh lebih sehat. Dan sebagai manusia, saya pun pernah lengah, selepas saya melahirkan, saya gelap mata, dan kalap kembali pada makanan, akibatnya saya mengalami kegemukan, dan emosi saya kembali turun naik, saya mudah murung dan sedih.
Makan seimbang, olah tubuh, olah pikiran dengan banyak membaca buku kesehatan dan buku lainnya yang memperkaya pikiran dan spiritualitas, adalah cara yang baik untuk menghargai hidup yang Tuhan berikan.