Senin, 13 Juni 2011

I will survive


Salah satu dari teman saya sedang patah hati, dia baru putus dengan pacarnya. Saya bisa saja nyengir dengar soal itu, karena saya merasa sudah naik kelas, dalam artian saya sudah mengalami hal serupa itu. Tapi back then…ketika saya sedang patah hati saya sama sekali gak bisa nyengir. Jangankan nyengir ngeliat orang ketawa aja saya nyinyir.
Ngomong ngomong patah hati, saya tiga kali mengalaminya.dan setiap saya patah hati, temperamen saya buruk……..sekali , kalau diingat ingat kasian orangtua saya. Biasanya saya  mogok makan, mogok ngomong, yang saya lakukan adalah berdiam diri dikamar, biasanya nangis…., mengasihani diri sendiri, why…why…why me??, pertanyaan yang berharap rumput hijau dapat menjawab. Tapi tentu saja rumput hijau tak dapat menjawabnya, siapapun tak dapat menjawabnya, hanya waktu yang akhirnya membawa kebijaksanaan dalam rangka menjawab segala pertanyaan saya. Saya bahkan  memiliki teman yang dulu sampai masuk rumah sakit karena sedih sekali memikirkan urusan pacar…namun sekarang dia akan tertawa kalau diungkit ungkit soal “cerita tak masuk diakal itu”, kini dia dapat tersenyum dari hati , karena telah dikaruniai seorang putri yang cantik .
Yang paling membuat saya paling down adalah putus cinta saya yang kedua, he..he..kalau orang selalu bilang yang pertama selalu paling …., maka saya pribadi merasa bahwa pengalaman saya yang kedua itu yang “tersakit”. Butuh waktu dua tahun untuk bisa “normal lagi”. Kalau yang ketiga adalah pengalaman putus cinta yang paling “ tidak tepat waktu” karena kami putus disaat saya tengah berulang tahun yang ke 27 benar benar pada hari Hnya  ( Such a good present ) padahal saya  tengah dikejar umur untuk menikah  , biasalah perempuan jam biologisnya berdetak lebih keras 4 kali lipat dibandingkan para lelaki itu. Sementara putus cinta saya yang pertama adalah yang “terbaik” karena akan banyak pihak yang sedih kalau kami bersama, jadi….saya lebih santai ngadapin yang pertama.
Untungnya tidak ada yang ke empat, orang tua saya berperan banyak dalam ini, mereka pasti doa puasa supaya saya bisa berlabuh dengan yang ke empat ini.  Ya…akhirnya kami memang menikah, setelah saya tiga kali mengalami patah hati. Sekarang ….ketika pengalaman hidup saya itu mulai sedikit samar samar karena tertutup sinar kegembiraan dan kekinian,pengalaman dari seorang teman mengingatkan lagi saya akan pengalaman yang pernah saya alami ketika saya “muda”.
Saya mencoba merenung, apa yang membuat saya sedemikian sedih,terutama untuk putus cinta saya yang kedua. Ternyata jawabannya adalah ilusi. Saya berandai andai…andai begini, pasti ceritanya gak begini, andai begitu , pasti ceritanya gak begitu….ilusi…, tak mau menerima kenyataan apa adanya. Saya berilusi, hidup bahagia dengannya, padahal kenyataan hidup sama sekali tak memperbolehkan, tak mengizinkan, bahkan tak layak. Istilahnya saya rela hidup “ dineraka” asal bersamanya, walaupun dineraka akan terasa seperti disurga…jika saya bersamanya. Betapa anehnya ilusi saya. Siapa juga yang bisa hidup bahagia dalam neraka….????? Saya sampai terkekeh sendiri ketika menulis ini. Saat itu saya bahkan mengeyampingkan kebahagiaan saya sendiri,saya bahkan rela menangis asal dapat membuatnya tertawa, saya membenci diri saya sendiri jika saya membuatnya tidak happy. Ternyata disitu pula letak kesalahan saya. Karena saya tidak akan bisa memiliki hubungan yang baik dengan siapa pun, jika saya tak bisa mencintai diri saya sendiri…Hubungan dengan diri saya sendiri merupakan pola utama dari mana pola lain bersumber, mencintai diri kita sendiri merupakan syarat mutlak untuk menciptakan hubungan sejati yang berhasil dengan orang lain.Mencintai diri sendiri itu bukan gak mau liat orang,bukannya egois tapi memperhatikan keinginan dan kebutuhan kita sendiri dan menghormatinya.Karena mencintai diri sendiri merupakan cara terbaik untuk belajar cara mencintai orang lain.Contoh kecilnya adalah kita memakai baju hangat dikala kita kedinginan dan minum obat dikala kita sakit. Kalau kita sakit tapi kita gak mau minum obat rasanya…seperti  orang bodoh bukan???????
Untunglah saya sudah melewati masa masa itu, dan survive……( terima Kasih Tuhan ) saya berharap teman saya yang sedang mengalami patah hati ini pun dapat melewatinya dan dapat survive, dan esok hari dapat menertawakan dirinya sendiri…karena telah begitu rendah memandang kebutuhan dirinya sendiri serta memandang ilusi sebagai suatu hal yang sepertinya nyata.
Just save our love for someone that really love and care for us, someone that we might not afraid if we are going to live reality with him ,seseorang yang  tidak kita takuti jika kita menjalani kenyataan hidup bersamanya, bukan sekedar ilusi semata.
don’t be so sad…semua orang pasti mengalami hal seperti ini, saya juga ..just wait and see and sing ….everything gonna be all right and YOU Will SURVIVE
Cheers….


I Will Survive
by Gloria Gaynor

At first I was afraid, I was petrified
Kept thinkin' I could never live without you by my side .But then I spent so many nights thinkin' how you did me wrong
And I grew strong and I learned how to get along.And so you're back from outer space
I just walked in to find you here with that sad look upon your face
I should have changed that stupid lock, I should have made you leave your key
If I'd have known for just one second you'd back to bother me
* Go on now, go walk out the door
Just turn around now 'cause you're not welcome anymore
Weren't you the one who tried to hurt me with goodbye
Did you think I'd crumble, did you think I'd lay down and die
** Oh, no, not I-I will survive
Oh, as long as I know how to love I know I'll stay alive
I've got all my life to live and I've got all my love to give
And I'll survive, I will survive, hey, hey
It took all the strength I had not to fall apart
Kept tryin' hard to mend the pieces of my broken heart
And I spent, oh, so many nights just feeling sorry for myself
I used to cry, but now I hold my head up high
And you see me, somebody new
I'm not that chained up little person still in love with you
And so you feel like droppin' in and just expect me to be free
But now I'm savin' all my lovin' for someone who's lovin'
me

7 komentar:

holanoid mengatakan...

i have read randomly, and this is the last.
nice article. thanks for sharing your story. :)
i have already passed this kind of situation.
in my experience, each time i got this thing, at the beginning it was painful. but then again i'll always try to remember, there are still million of girls on earth which are single and available. :D
i'm sure enough to get the 'one'. :D

Mega mengatakan...

wah mba...emang kalo cerita patah hati gak ada matinya deh :p aku juga kalo dah patah hati, kelakuanku paraaahhhhh.....Ketergantungan emosional yang gak sehat banget! Tobat aku mba...hehehehe, kapan-kapan sharing cerita patah hati juga lah aku, gkgkgkgkgk

marthavina mengatakan...

Gmana pun harus rasional jd orang, nangis bolehlah...tp sampe depresi dan bilang kalo neraka itu indah asal bersama dia...ya ampun...EDUN bgt yah...so itu lah saya back then...untungnya saya bs survive, thx to God. Mega jgn ngalamin yg kayak gini ya...

Mega mengatakan...

kalo sampe bilang 'neraka indah asal bersama dia' sih kayaknya gak deh mba, hahahahahaha ^^'

marthavina mengatakan...

Ha..Ha.. back then i was so stupid, so Mega, we have to be more wiser and depanding to Our God 100%, if Mega kelak broken heart, hi..hi..harapannya sih gak ya

Mega mengatakan...

ya olohhhh..ya jangan sampe lah lagi mba, kejam amat nih doanya :'(

Cukup sekali, aku merasaaaaa....kegagalan cinta....*ngedangdut*

doemdoem mengatakan...

aku sedang mengalaminya ka,,hehe,,
untungnya aku belum smpe berpikiran rela di neraka asal bersama :p baru tahap "kukira jodohku" hihihi... (ups jangan cerita2 y) hihihi,,

tapi sedih gila iya hehe,, ups curcol nich,,