Sabtu, 16 Juli 2011

Catatan



Gila bener….., is it me…? Is it really  me? Tapi…masa kalau bukan saya, siapa lagi yang nulis. Itu adalah percakapan saya sendiri, ketika saya membaca buku harian saya ketika saya masih sekolah di kelas 6 sd. He..he.. saya memang masih menyimpan catatan catatan pribadi saya, dan saya masih tetap melakukannya sampai sekarang. Ketika saya menikah, selain buku buku, saya pun membawa serta buku harian saya, yang berjumlah puluhan. Yang selama ini terkunci dalam lemari. Semuanya saya bawa, kerumah baru kami, kedalam kehidupan baru saya, kini buku harian itu harus berbagi..karena kini ada sebagian porsinya yang dapat saya bagi tanpa takut dengan suami saya. Karena dia adalah bagian dari apa yang saya impi impikan dimasa remaja dan dewasa saya. Banyak hal yang tak bisa saya bagi dengan siapa pun dulu…makanya saya menuliskannya supaya tidak gila sendiri, namun kini saya perhatikan saya agak jarang menulis karena saya punya tempat untuk berbagi tanpa merasa aneh, konyol dan terhakimi. Malah, sekarang kebanyakan catatan yang saya buat adalah tentang pertumbuhan keiko, ataupun  resep resep  baru, daftar belanja bulanan ataupun daftar belanja mingguan beserta daftar uang keluar masuk yang gak seberapa itu he…he…Geli sendiri saya membaca buku harian yang saya tulis hampir 20 tahun yang lalu, serasa mengintip punya orang lain. Begitu polosnya saya kala itu, tulisan, ejaan, jalan pikiran, penyelesaian masalahnya juga beda. Saya sebel sama si anu, saya curiga sama si anu..saya gak bisa liat film superboy karena harus les tambahan, saya senang dapat koleksi baru penghapus model lipstick..Ya, ampun…..! Ada juga catatan harian saya, yang masih agak takut untuk saya buka, karena disitu banyak sekali catatan tentang luka saya, Wuihhh….Saya bertumbuh…, saya berubah…ucap saya pada diri sendiri. Catatan harian saya adalah buktinya.
Bak mesin waktu, setiap buku catatan itu pun memiliki aroma yang berbeda… ( jadi merinding sendiri) tiap lembarnya merupakan bukti cinta kasih Tuhan, yang terus selalu menjaga. Ada guratan tentang impian, himpitan, kekecewaan, kegembiraan, persis seperti penggalan  syair lagu jadul :
I beg your pardon…
I never promise you a rose garden
Along with a sunshine
Its gonna  be a little rainy sometimes ….
Justru karena adanya hujan, badai, banjir, angin puyuh bahkan tsunami…. Saya bisa melihat pelangi.

Sekarang saya mengerti kenapa manuskrip manuskrip tua itu sangat berharga, sampai harus dimusiumkan, ataupun menjadi incaran para kolektor dengan harga mahal,karena ada banyak makna dibalik catatan tersebut, peradaban suatu bangsa, dan peradaban manusia.Selain mendokumentasikan sesuatu, tulisan juga menjadi suatu alat untuk menyalurkan perasaan,juga menjadi obat mujarab bagi kesembuhan emosi seseorang, including me… Itu juga mungkin yang dirasakan oleh Anne frank (1929-1945 )ataupun Zlata Filipovic’. Anne adalah gadis Yahudi yang akhirnya meninggal dalam kamp Nazi , sementara Zlata adalah gadis Muslim dari Sarajevo, ia menuliskan diary yang diterbitkan pada saat ini berusia 13 tahun dan ketika negaranya sedang berperang. Sementara Diary anne dibawa oleh sang ayah, dan kemudian pada tahun 1952, diarynya di terbitkan pertama kali dalam bahasa Inggris, dengan judul The Diary of a young girl. Tulisan mereka adalah jeritan hati mereka, ketakutan mereka, ketika perang mengepung tubuh dan jiwa mereka, namun saya tahu ketika pena mereka bertemu dengan selembar putih kertas, jiwa mereka lega, terbang dan bernyanyi, karena lewat tulisan itu segalanya dapat dicurahkan, dihapuskan, dan disembuhkan. Bahkan seorang Julia Cameron ( seorang penulis , untuk buku, film, televisi ) dalam bukunya THE ARTIST WAY menekankan adanya sebuah catatan tentang apa saja disetiap pagi , untuk profesi apa saja dan bagi kita kita yang kadang sedang membutuhkan kreatifitas ataupun mencari sebuah inspirasi tertentu, catatan itu difungsikan seperti untuk membuka atau meluruskan simpul tali yang tergulung tanpa ujung.
Ketika saya masih kelas enam SD, saya tidak tahu tentang arti menulis, atau pun filosofis dibalik dari sebuah catatan. Tapi yang saya tahu, Catatan harian saya itu membantu saya untuk mengenal diri saya jauh lebih baik. Sebuah penerimaan yang total, tanpa penghakiman. Dan yang lebih menakjubkan bagi saya catatan itu seperti mesin waktu yang dapat membawa saya, kembali pada masa yang lalu, persis seperti cerita serial tv quantum leap diawal 90an.Dan ternyata….saya adalah sosok yang sama , dengan pikiran yang berbeda, cara pandang yang berbeda, emosi yang berbeda, impian yang berbeda, sakit yang berbeda, kegembiraan yang berbeda, status yang berbeda ,Semuanya berbeda, berubah seiring berjalannya waktu, namun dengan sosok yang sama. Ternyata manusia berubah….! Seharusnya saya tidak usah kaget akan hal ini, karena saya pribadi pun beda jauh..dari saya yang dulu. Tapi..saya harap, saya berubah menjadi sosok yang lebih baik ketimbang, sosok saya yang dulu. Ketika saya berproses biarlah catatan nya menunjukkan kenaikan yang cukup signifkan, bukan malah penurunan. Karena saya tidak mau seperti orang bodoh, yang tidak bisa belajar dari kesalahan yang dulu.

3 komentar:

dhieta mengatakan...

sudah kubacaaa,,, lucuuu, wkwk, penghapus model lipstik kayany dulu berkat Tuhan yg super duper yaa,,, ganti buku ganti cerita, Tapi yang jelas Tuhan setia... ayo, tetap semangat nulis jurnal, sapa tau di terbitin kaya anne frank :p

marthavina mengatakan...

iya...namanya juga anak sd, waktu itu...tp seperti yg saya bilang, saya yang sama dengan pemikiran, dan pertumbuhan yang berbeda...tertulis didalam catatan saya...membuktika jika Tuhan berkarya

doemdoem mengatakan...

ya ampun ka martha,, hebat juga msh disimpan dr SD kalo aku udh ngga ada lagi udh aku buang hihihi,,, smp aja udh ngga ada,,, hmm hebat,,,hebat,,