Senin, 18 Juli 2011

Untuk mu Indonesia

                                                                               
Saya dan pastinya banyak orang di negeri ini sangat prihatin terhadap kondisi Negara kita tercinta. Masalah datang silih berganti tak henti hentinya, dari masalah BBM yang harganya terus merangkak naik dan terkadang malah juga ikut ikutan langka , korupsi yang merajalela, kasus TKI kita, Elite politik kita yang hanya mikirin urusannya sendiri, sampai masalah pangan yang mengkhawatirkan, belum lagi khusus untuk Jakarta masalah kemacetan yang banyak kali dipersalahkan menjadi sumber menurunnya tingkat produktifitas kerja masyarakatnya, dan yang paling mengkhawatirkan adalah masalah pendidikan yang menjadi barang mahal buat banyak orang, padahal kita tahu pendidikanlah yang dapat membuat seseorang dapat keluar dari berbagai masalah yang melilit bangsa ini.Kemelekan pada pikiran dan hati lah yang dapat membuat sebuah bangsa bisa menjadi besar dan kuat. Saya…sangat mencintai Negara ini, dan saya pun berusaha untuk peduli akan kondisi yang ada. Ada kalanya ketika saya dan suami, duduk didepan Tv, dan melihat acara TV yang sedang memperdebatkan masalah yang lagi in, dari masalah kasus pemancungan TKI, sampai masalah hilangnya salah satu pengurus partai dan anggota DPR, kasus century yang gak ada selesainya, mungkin satu century kali baru selesai ( weleh..weleh..) bikin kami berdua tarik nafas, dan saya tahu banyak orang juga yang tarik nafas dan geleng geleng..ngeliat masalah Negara kita ini. Mau gak mau timbul perasaan apatis atau masa bodoh dengan keadaan negeri ini. Terkadang, saking saya cape dan sebelnya ngeliat orang berantem dan terus berdebat kusir di TV, saya langsung liat program lain, untuk “sekedar” menghibur diri sendiri…kadang OVJ menjadi pelarian yang menyenangkan. Melihat orang konyol sekonyolnya di program itu membuat kami bisa sedikit tertawa.Ya..karena tugas mereka adalah entertainer , pelawak yang dibayar untuk membuat orang tertawa dan terhibur.Sementara tak pernah ada perasaan terhibur, jika saya melihat berita dari para petinggi Negara, ataupun wakil rakyat kita, yang kerjanya saling tuding, saling serang, dan sembunyi…Tapi saya pun harus adil dalam penilaian, PASTI ada dari mereka yang benar benar bekerja, untuk kebaikan dan kepenti ngan rakyat.
Namun…kami ber2 sadar, jika setiap orang apatis seperti saya, maka negeri ini pun akan semakin terlilit dalam keruwetannya. Jadi…seperti yang saya kata kan diatas, saya berusaha untuk peduli terhadap Negara saya tercinta. Dan belajar dari pepatah China yang mengatakan “perjalanan panjang dimulai dari satu langkah” Itulah yang berusaha saya lakukan . Jadi saya berusaha untuk “berkontribusi” buat Negara saya tercinta, pada hal yang kecil, pada hal yang remeh temeh, dan gak mungkin dipikirkan sama orang besar, dan mungkin…tidak akan terlihat, tapi…kalau ada banyak orang yang mau melakukannya, itu pasti akan menjadi sumbangan yang sungguh besar bagi Negara kita.
  1.        Saya berusaha tidak apatis , dalam menanggapi semua masalah yang          ada dalam Negara ini. Tidak ada salahnya saya tahu akan perkembangan, social, kemanusiaan ataupun politik yang ada.
  2.       Saya berusaha tidak ikut ikutan menghujat, dan menjelek jelekan pemerintahan yang ada, kalau mereka salah lebih baik kasih kritik , pada lembaga tertentu, dan di usahakan untuk bernada “kalem”, gak nambah suhu yang memang sudah tinggi banget.
  3.      Berusaha untuk berpikir secara positive , disana…pasti ada orang baik, yang bekerja mati matian untuk kepentingan rakyat. Jangan mencap semuanya sama.   
  4.    Berusaha untuk hidup jujur, dari bayar pajak ( penghasilan, rumah, dll) sampai pada pungutan RT , RW, ataupun bikin KTP,SIM dll. Jangan juga bikin kesempatan pada orang lain ada dalam situasi tidak jujur, dengan bilang pada mereka, “tolong secepatnya jadi…uang bukan masalah”
  5.       Berusaha untuk berpartisipasi untuk mengikuti pemilihan yang ada dari Pilkada, sampai pemilu, jgn karena apatis malah gak milih, it’s a BIG NO.
  6.      Berusaha untuk hidup hemat, terutama pada sumber sumber energy yang tak tergantikan, seperti penggunaan bahan bakar mobil , gas untuk memasak,ataupun untuk pemanas, listrik ( yang mana saya masih banyak kali lalai ) Bahkan pada pembelanjaan yang tidak terlalu diperlukan.
  7.       Sebisa mungkin memilah barang barang, yang masih bisa di daur ulang, ( kalau saya, saya memberikannya pada pemulung ) Koran bekas, kaleng, botol bekas minuman, box atau kardus sampai pada baju baju bekas ,itu bermanfaat buat mereka dan mempunyai nilai ekonomis, dari pada dibuang seperti sampah saja.
  8.       Memberdayakan unit social terkecil yaitu keluarga, untuk mendidik, mentransfer dan mengelola, masing masing anggota keluarga supaya menjadi seorang yang memiliki nilai kebaikan, daya juang,kepedulian serta  kreativitas yang tinggi. Seperti contohnya mahalnya biaya pendidikan membuat banyak anak tidak bisa melanjutkan lagi, jangan hal ini menjadikan hambatan untuk tidak melanjutkan , ada alternatifnya dari kejar paket A-C, meminta keringanan biaya sekolah, sampai pada Universitas Terbuka.Walaupun begitu sekolah bukan satu satunya lembaga yang bisa membuat seseorang menjadi sukses, dengan sedikit kreatifitas seseorang pun bisa maju, banyak keahlian yang bisa diberdayagunakan dari kursus menjahit, merangkai bunga, otomotif, computer, bahasa, masak dlsb, ini bisa jadi alternative juga untuk memandirikan diri sendiri, keluarga, bahkan juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Untuk hal ini diperlukan dorongan, bimbingan dan motivasi dari keluarga yang merupakan penyemangat nomer satu. Peran keluarga sangat penting , karena keluargalah yang pertama kali mendidik anak anak yang merupakan modal terbesar bagi masa depan bangsa.
  9.       Berusaha untuk mempraktekkan kebaikan dari ajaran Agama.Gak ada ajaran agama yang buruk, jika kita sebagai orang diatas, ditengah, di bawah, dikanan, ataupun di kiri, mempraktekkan ajaran agama dengan sungguh, ketertiban akan terjadi, kesejahteraan akan meningkat, kebaikan bukan mustahil. Karena saya pikir tidak ada orang yang mempraktekkan ajaran agama mau membunuh ataupun mencaci dan fitnah dan ngambil uang orang.
  10.    Berusaha tidak pelit. He..he..ini bukan hanya soal uang, tapi..segalanya ( dalam artian kebaikan) berbagi informasi adalah sesuatu yang membuat banyak orang dimudahkan, dan diuntungkan. Ataupun ilmu…tularkan…tularkan…maka niscaya kebodohan tersingkir, dan pencerahan akan terjadi .
  11.       Berusaha baik kepada semua orang tanpa memandang latar belakang seseorang , agamanya sukunya, dll. Kebaikan itu menular.
  12.       Menjadi “patner” pemerintah yang baik. Jika ada peraturan yang baik dan masuk akal diikuti, jika peraturannya tidak masuk diakal, pakai kebijaksanaan untuk melayangkan keberatan terhadap pemerintah. Jika harus demo sekalipun, pakailah cara yang elegan, bukan dengan merusak fasilitas umum.
  13.     Berusaha untuk memakai, segala sesuatu yang local, dari pakaian sampai berwisata.
  14.       Dan menangkupkan tangan untuk berdoa bagi Negara kita, dari pada tangan kita , kita pakai untuk terus menghakimi dan menunjuk kesalahan para pemimpin bangsa kita terus.
Mungkin cara saya, terlihat sangat konyol dan tidak berbobot, didalam menangani banyaknya kasus yang terus membelit Negara kita. Tapi… sebagai salah satu warga Negara yang berharap dapat hidup aman dan tentram sampai akhir menutup mata, ini adalah beberapa cara saya untuk berkontribusi pada Negara kita, karena hanya inilah yang saya bisa. Namun saya berharap , jika kita memiliki kemampuan untuk bisa lebih berkontribusi pada Negara ini, ayo…lakukanlah dengan ketulusan dan kecintaan kita pada ibu pertiwi.
Anggaplah tulisan ini, dalam rangka menyambut HUT RI kita, yang bakal jatuh sebulan lagi, sebagai pengingat kita untuk berterima kasih kepada para pahlawan yang telah berjuang, melepaskan diri dari penjajah. Kini kita pun harus berjuang untuk mengisi kemerdekaan ini. Berjuang untuk bersatu demi kebaikan anak cucu kita. Berjuang, untuk menempatkan kepentingan khalayak, diatas kepentingan golongan dan pribadi .Saya yakin kebaikan itu ada dalam setiap hati kita, Koin untuk Prita, sumbangan untuk Darsem, adalah dua buah contoh, betapa kita menginginkan keadilan, kebaikan ditegakkan, dan menang.Jangan berputus asa, diujung terowongan pasti ada cahaya, yang menanti kita.
Mungkin ucapan dari mendiang Presiden Amerika John F. Kennedy bisa kita terapkan sekarang,
ask not what your country can do for you; ask what you can do for your country.
Mari singsingkan lengan baju  dan siapkan hati yang tulus untuk kita bisa berkonribusi pada Negara kita
UNTUK MU INDONESIA ……………..!

Tidak ada komentar: