Kamis, 25 Agustus 2011

4 R Untuk Hemat dan Hijau

Dulu…saya sempet di ketawain sama temen temen satu pelayanan, waktu itu kami lagi ada acara bikin program tahunan buat anak sekolah minggu, nah pas selesai bikin program , ada acara jalan jalan buat para gurunya, hiking…! Hi..hi…banyak yang gak kuat, tapi…bukan hikingnya yang bikin saya diketawain, tapi…disepanjang jalan hiking itu, saya mungutin sampah.Saya merasa sayang banget, sama tempat itu, bagus, dan pemandangannya juga aduhai, tapi..disepanjang jalan ada aja, sampah berceceran.Jadi pikir saya, sembari saya lewat, ya saya ambil aja, saya taro, kantong plastic, kalo dah penuh dibuang ditempat sampah ( padahal ada tempat sampah ) tapi tetep aja, pada sembarangan orang buangnya.Begitu juga kalo saya makan apapun dijalan, sampahnya saya tetep taro tas, dan saya buang kalo saya dah sampe rumah ( kalau saya liat disekitar saya gak ada tempat sampah ). Hal hal seperti itu , saya otomatis lakukan , karena Mama saya juga sangat peduli sama yang namanya sampah, or sesuatu yang bekas, gak pernah akan sia sia di tangan mama. So..its kind a run in a family . Pada saat itu , issue issue soal lingkungan belum segencar sekarang. Dan jarang juga ada iklan iklan yang mengajak kita peduli tentang lingkungan, tapi karena saya sedari kecil liat mama yang dengan pintar mengatur “sesuatu yang tak berguna” itu juga akhirnya yang saya ikuti.
Semua itu karena kebiasaan yang terbentuk , pengertian dan juga soal kemauan. Even kalo dirumahnya terbiasa dengan sikap hidup yang clean tapi kalo kemauannya tipis, ya sama aja. Saya rasa hidup yang istilahnya eco friendly , green living, environmental friendly , Ramah Lingkungan atau apalah istilah lainnya itu, meminta kita untuk bijaksana dalam penggunaan sumber sumber alam yang tersedia. Malah…bukan hanya sumber alam, tapi apapun. Ada satu iklan yang seharusnya membuat kita melek..soal sembrononya kita pada sampah, ada seorang yang sedang minum dengan minuman botol jenis A, sebutlah, setelah minumannya habis, dia membuangnya dengan serampangan, dia bilang…kan Cuma satu, tapi dia melakukannya berkali kali, apa yang terjadi? Sudah jelas sampah menumpuk. Lalu…apa yang terjadi jika pola pikir yang sama itu juga diterapkan oleh berjuta juta orang?? ??Bisa kebayangkan efeknya??? Sekarang manusia udah banyak, otomatis buangannya juga banyak…jadi dengan bumi yang gak tambah luas, sudah semestinya kita “toleransi” terhadap  sesama dan juga terhadap bumi, ya..salah satu nya dengan berhemat, dan jangan terlalu konsumtif.
Istilah Ramah lingkungan, Green living, Environmental Friendly, Eco friendly atau apalah istilahnya itu bukan Cuma punya aktivis green peace ataupun aktivis lingkungan yang tinggal di hutan hutan, itu istilah untuk hidup lebih bijaksana.
Beberapa hal ini yang kami lakukan didalam menerapkan gaya hidup Green Living itu , yang saya rasa tiap orang or rumah tangga bisa menerapkannya
1.      Saya memakai keranjang belanja kalau pergi kepasar, jadi…tidak terlalu banyak sampah plastic, kalaupun ada plastic, saya akan memakainya berulang ulang, seperti untuk tempat penyimpanan, ataupun saya jadikan untuk tempat membuang sampah (sedapat mungkin minimalkan penggunaan kantong plastic, karena sampah yang satu ini susah diurai )
2.      Untuk sampah kardus, botol botol plastic, Koran bekas, dll( saya kumpulkan ).…saya pisahkan dengan sampah makanan ataupun hasil dari rumah tangga , saya berikan kepada orang yang datang meminta sampah ( biasanya pemulung suka cari cari barang bekas ) saya panggil salah satunya, saya kasih tau kapan dia harus ambil lagi, dan dengan senang hati dia akan ambil, dari pada nyari cape cape…ditempat saya dia langsung mendapatkan sekarung penuh.
3.      Kertas kertas kado atau kantong plastic atau....sesuatu yang masih berguna  , tetap disimpan kalau ada waktu kita bisa memanfaatkannya jadi sesuatu yang berguna, saya melakukannya untuk pembatas buku saya, yang jumlahnya cukup banyak.
4.      Kayu kayu, besi, yang tidak berguna dimanfaatkan kembali menjadi barang baru. Kalaupun tidak bisa untuk kita pakai ,dikumpulkan dan diberikan atau dijual kembali . Dari pada dibuang, atau ditumpuk jadi sarang nyamuk.
5.      Khusus untuk baterai baterai , tolong di kumpulkan secara terpisah, karena kandungan nya sangat beracun bagi tanah, jika di buang begitu saja, akan lebih baik jika baterainya juga rechargeable , jadi ngurangin E waste. Tapi jika tidak pun kita dapat mengumpulkan sisa sisa baterai itu dan memberikannya pada tempat tempat yang mau menampungnya.Atau lihat website untuk mencari tempat E-waste yang dekat dengan rumah, ini termasuk hp hp bekas, Tv dll.
6.      Sedikit mungkin menggunakan bahan kimia didalam rumah, contohnya pemutih pakaian, obat nyamuk atau obat serangga lainnya, pembersih kaca, atau pembersih kayu, atau detergen yang concentratenya katanya kuat. Susah kalau sudah jadi buangan, air tanah terkontaminasi, untuk pembersih kaca dan juga pembersih perabotan saya menggantinya dengan campuran cuka dengan air, dengan perbandingan 1 cangkir cuka dengan satu cangkir aiur, ditaro dalam botol semprot, itu adalah pembersih yang efektif dan ramah lingkungan
7.      Berteman dengan tukang reparasi dan juga tukang besi dan kayu. Bukannya apa apa kadang kita punya mebel itu sering rusak, ibu ibu pinginnya langsung beli yang baru. Tapi…lebih baik, serahkan pada ahlinya dan kemudian lihatlah sedikit keajaiban yang terjadi karena kita berteman dengan mereka, walah…furniture tampak baru kembali. Juga hemat di kantong
8.      Seberapa tanah yang ada, dimanfaatkan untuk kebun kecil, untuk filter udara yang kotor, itung itung juga untuk mempercantik rumah.
9.      Usahakan untuk memakai kendaraan umum, jika pakai kendaraan pribadi pun , usahakan untuk tidak dipakai hanya seorang diri.Cari teman yang nebeng
10. Hemat penggunaan listri, air dll dirumah.
Setelah menikah , suami memiliki kesatuan pandangan dengan saya, soal sampah, ditangan suami saya pun…apa apa yang tak berguna bisa dimanfaatkan . Dan kami memanfaatkan itu untuk mengisi rumah kami, Sofa kami…butut banget.., tapi sayang di buang, jadi kami pergi ke tukang reparasi buat dibenerin dan ganti kain, dan walah….terlihat seperti baru kembali. Beberapa gambar berikut ini adalah gambar perabot rumah tangga kami, yang kami kerjakan ( suami,  tukang besi, dan tukang kayu , maksudnya he..he…)yang akhirnya sungguh berfungsi buat kami
1.      Meja Makan…, meja makan yang dulu ada kecil bgt, bisa Cuma berdua buat makan jadi kami bikin yang baru dari besi bekas dan kayu bekas, kami mendesignnya , Papanya melapisi dengan tacon ( untuk melapisi kayunya ) dan kami minta tukang besi buat bikin kaki meja, dan memasangnya. Walah…jadi deh, meja makan kami, tinggal dikasih taplak meja yang cantik , ini bisa menghemat uang kurang lebih 1 jtan.

2.      Lagi..lagi..meja, kami membuatnya untuk meja printer.

3.      Pembatas atau pagar untuk tangga, ( papanya yang bikin ) dari kayu sisa,karena Keiko sewaktu lagi belajar jalan dulu bawaannya pingin naik turun tangga melulu.Pembatas itu hanya ditarik keatas, kalau pake kunci, takut dia bisa buka

4.      Keiko suka ayunan, tapi…ya ampun..ayunan mahal amat, lihat lah apa yang kami buat, ini juga aman, coz ada beltnya . Bahkan Papa , Mamanya bisa ikutan main,karena kuat baget, bottomnya di bor sama Papanya ( eh..sorry gambarnya kebalik )



5.      Ini gudang Papanya istilahnya kantong Doraemonnya coz hampir semua peralatan ada disini ( sorry ya gambarnya berantakan ) abis dipake soalnya. Lemari lemari itu juga di buat, pake barang barang sisa, beli pelapis kayunya dan panggil tukang , buat ngerjainnya…lebih murah dari pada beli.

6.      Ambalan ambalan ini juga dari barang sisa,berguna buat taro boneka dan buku buku Keiko

7.      Lihat tempat gallon Aqua kami…? Tadinya mau darurat…tapi walaupun seadanya tetap berfungsi sampai sekarang, gak rusak rusak..he..he..




8.      Tempat tidur pun kami buat, kami design , sebagian bahan kami beli, minta tukang kerjakan hasilnya…kami bisa menghemat 5 jt rupiah. Papanya liat dipameran model tempat tidur melayang ( yg gak keliatan kakinya )tapi harganya mahal amat, lalu dia design sendiri dan minta tukang kerjakan. Karena kakinya pendek jadi aman bagi Keiko yang kala itu masih bayi, disejajarkan dengan kasur spring bed kami, sehingga kami memiliki tempat tidur terbesar di dunia  Ha..ha…


9.      Ruang perpustakaan kami diisi oleh kebanyakan lemari lemari hasil inovasi sendiri, dan meja yang ditengah itu favorit saya, , itu tadinya meja makan ,yang dipotong kakinya, disitulah tempat saya menulis ha..ha..

10. Taman kami..juga di buat oleh bamboo bekas dan di cat oleh Papanya, dan kami punya taman kecil yang bisa menahan debu dari  jalanan..
11. Oya..ada juga Frame Foto yang Papanya bikin dari kayu bekas, isinya foto Foto kita waktu Prewed., Cuma tadi lupa di foto..nanti kapan kapan di foto deh
Hanya perlu sedikit, kreatifitas ( yang pasti setiap orang punya ) dan yang seperti saya bilang berteman dengan tukang kayu Ha…ha..
So Mommy…kalau ada barang rusak dirumah, atau sudah bosen, bahkan sampah, kalau masih bisa di manfaatkan, ya dimanfaatkan ya Mommy…, bukan Cuma aman buat kantong, tapi juga membantu buat ngerawat bumi kita. Green living itu saya terjemahkan dengan hidup bijaksana dalam hal apapun…..!!!
Jadi jangan lupa terapkan 4 R nya ya…Reduce , Reuse, Recycle and Replace dijamin hemat buat kantong, dan lebih hijau buat lingkungan

7 komentar:

Mega mengatakan...

kereeennn....kreatif mbak d^^b jadi pengen main ke rumah mbak nih kapan-kapan *tamu tak diundang, jadi ngundang diri semdiri, hahahahaha*

marthavina mengatakan...

Ayo mega...kalau ke Jakarta main kerumah ya...kami pasti senang, ditunggu lho...

Mega mengatakan...

asiikkkkk....dapat tempat inap gratis ^^V Loh, emang sapa yang nawarin nginap Meg! Ingat, kamu cuma ditawarin MAIN loooo....
Huahahahahaha ^^'

Lia mengatakan...

kereeeeeen martha :) naksir perpus mu ^_^ tambahin karpet en bantal2 kecil enak tuh, baca smbil selonjoran , hehehe....
btw standing buat aquanya juga keren :)

marthavina mengatakan...

Makasih ya Li..jadi terpacu untuk lebih kreatif lagi ngakalin barang barang sisa nih he..he..perpusnya emang dah dikasih karpet, cuma Keiko alergi bgt sama debu, jadi dengan berat hati digulung deh.., standing aquanya? itu bener bener darurat, tapi..herannya kuat bgt, malahan jd permanen deh

wanti mengatakan...

hebat temen gw.....salut buat marta n fam...asli keren bgt....hasil karya dr barang bekas jd unik2...

marthavina mengatakan...

He..he..thx bgt mba, soalnya kita berdua, kayaknya penyayang barang bekas , ha..ha..ha..well..paling gak hemat dikantong deh mba, soalnya tulang punggung keluarga skrg , cuma papanya aja