Minggu, 14 Agustus 2011

Where does Mother goes to resign??????

Saya mulai bekerja sejak April 2001, dan berhenti bekerja July 2008, setelah  7 tahun bekerja. Saya memutuskan untuk benar benar focus pada rumah tangga, selain itu July 2008 juga awal awal saya hamil. Selama 7 tahun saya bekerja , saya tidak stay di satu company, saya pindah sebanyak 4 kali, yang tercepat adalah 8 bulan , dan terlama adalah 3 tahun. Sebabnya macam macam…yang pertama, emm..ini rada susah buat jelasinnya he..he.., yang kedua kebetulan ada perombakan pegawai gede gedean, dan posisi saya dipindah, dan saya kurang enjoy sama kerjaannya, akhirnya move on…dan yang ketiga, Cuma kepincut sama gaji gede, cuma lupa liat lokasi yg jauh bgt plus job desk yang berantakan, dan yang ke 4, berhenti karena saya mau focus pada kehidupan Rumah tangga dan memulai karier baru sebagai Ibu rumah tangga.
Dan pekerjaan yang ke lima ini , membutuhkan waktu 24 jam, tanpa di bayar dan cakupan pekerjaannya juga beragam , malah kalau bisa dibilang mencakup semuanya mulai dari office girl, satpam, kasir, bagian purchasing, Public relation, atau bahkan  juga Event organizer , tukang jahit, koki, dokter , psikolog dan kalau mau di hitung hitung sebenarnya  gaji nya ngalahin CEO saya yang dulu . Tanggung jawabnya juga gede, kalo gak pinter pinter ngeluarin uang, dapur gak bakalan ngepul, itu cuma masalah logistic, belum kalau gak waspada bak satpam, bisa bisa rumah gak bakal aman. Yah..pokoknya begitu deh…dan ini adalah tahun ke empat saya menjalani profesi sebagai ibu rumah tangga, dan belum ada perbaikan tunjangan atau pun kenaikan gaji , tapi herannya saya gak protes tuh apalagi, demo, semuanya dilalui dengan sukacita.
Sebenarnya ada juga sih , waktu waktu yang bikin saya bête, bekerja sebagai ibu rumah tangga, salah satunya adalah jarangnya waktu buat istirahat, trus kalo anak saya lagi RIBET BGT, wuih…! Pingin pingsan aja, trus kalo liat “barang barang lucu” bawaannya mau ngambil aja, tapi…dana yang ada terbatas, nanti kalau kurang, dapur gak ngepul, jadi ya..dilupain deh yang lucu lucu tadi,dan kalo lagi berantem sama husband ( he,,He..)sementara kalo waktu msh berstatus single dan masih kerja, hidup bebas merdeka , mau apa Hayo..! dan gak perlu konfirmasi ini, itu, sama siapa pun, tapi kalo dipikir baik baik,gak pingin deh, balik kayak dulu lagi…bagi saya, Pekerjaan saya dan apa yang saya lakuin dan miliki sekarang adalah yang terbaik.
Bisa dibilang saya puas dengan keputusan saya untuk bisa sepenuhnya sebagai Ibu Rumah Tangga, hanya saja..ada sedikit “kekacauan” di otak saya, yang bikin saya , sedikit parno dan saya juga sedikit gak ngerti apa itu, sebenarnya. Emm..mungkin sedikit rasa insecure.. ya..karena tadi saya bilang, sekarang cuma satu tulang punggung keluarga, dan saya yang memanagenya kalau gak pinter pinter bisa bablas ( padahal terus terang , dalam hal ini saya tidak terlalu pandai ) bukan cuma itu, saya juga bisa di bilang yang menentukan temperature keadaan rumah, kalau hormone saya lagi ngaco, kadang kadang bisa ngaco semua isi rumah, you know what I mean kan? Dari cemberut sama sama suami, marah marah sama anak, dan ngedumel sama pembantu , waduh…! ( Don’t blame the hormone ) itu saya tau, jadi sekarang, saya lagi berusaha jadi orang yang bener bener punya akal sehat dan menggunakannya. Selain itu namanya juga berumah tangga , dua orang jadi satu, padahal beda apa yang dipikirin serta sikap, kadang juga benturannya hebat euy…, kalo lagi ada masalah, rasanya cenat cenut kepala.Sudah berumah tangga semuanya musti dihadapin sendiri, beda waktu jadi anak…apa apa bisa teriak Ma…!Mungkin itu beberapa hal yang bikin saya rada sedikit punya rasa insecure, lebih kepada kemampuan diri saya sendiri, dalam menyikapi peran saya sebagai ibu rumah tangga.
Pekerjaan saya sebagai ibu rumah tangga ini, juga harus ditekuni seumur hidup…gak bisa kayak dulu lagi, kalo udah gak cocok, bisa ngajuin surat resign sama atasan, lah kalo sekarang???? Hadeh…( saya sampe nyengir sendiri nech )Cocok gak cocok, naik gak naik gaji bulanannya, happy gak happy, betah gak betah, cape gak cape, baik gak baik “atasannya”, semuanya musti dijalanin, sampe akhir….( wuih…rada merinding nech ) jadi saya berkomitmen untuk menjalani pekerjaan saya ini dengan HAPPY, dan juga  DEVOTED. Kalau sesuatu di bawa bahagia , pastinya langkah akan lebih ringan, memudahkan saya untuk put 100% effort bagi kebaikan suami dan anak. Pekerjaan yang terakhir ini, ternyata gak semudah kelihatannya ya….
Ada sebuah cerita, dari seorang Ibu rumah Tangga Amerika , Barbara Johnson , dia di karuniai 4 orang anak laki laki, Tragedi di mulai ketika dia menemukan suaminya, terluka dan pingsan ditengah jalan, dokter mengatakan bahwa kemungkinan untuk hidup sangat tipis, namun dia tetap bertekad untuk merawat suaminya, yang mengambil alih semua pekerjaan suaminya, sang suami menjadi buta , dan lupa ingatan , namun harapan untuk hidup sang suami terus meningkat, karena perawatan yang di berikan Barbara berhasil, sampai sampai akhirnya sang suami pun bisa melihat, dan kembali mengingat  lagi, ketika dia merasa keluarga telah “pulih”kembali, dia mendengar anaknya yang pertama , tewas dalam perang, belum cukup itu yang terjadi , dia juga dihancurkan oleh peristiwa meninggalnya anaknya yang ke2, akibat kecelakaan mobil yang mengerikan, dan yang hampir membuatnya gila dan hampir mau bunuh diri adalah anak ke3nya, anak yang sangat diharapkannya ternyata adalah seorang homoseksual, gaya hidup anaknya yang gila gilaan, mau tak mau membuat Barbara pun hampir gila…namun dengan ketekunan yang luar biasa, melalui doa, kasih sayang seorang Ibu, dan juga pengampunan yang ia punya buat sang anak, akhirnya sang anak bisa kembali pada nya, setelah selama 11 tahun dan dapat disembuhkan. Dalam bukunya ia menulis bahwa keinginannya untuk TETAP menjadi Ibu, dan TETAP mengasihi anak anak dan suaminya lah , yang membuatnya tetap tabah, dan ia tidak dapat melakukannya tanpa ada campur tangan Tuhan karena Tuhanlah yang selalu menghibur dan menopang dia dalam kehidupannya, dan pekerjaannya sebagai seorang Ibu Rumah Tangga.
Sungguh suatu pelajaran yang luar biasa bagi saya, tentang dedikasi seorang Ibu bagi keluarganya, Jika Barbara resign dari pekerjaannya sebagai Ibu Rumah Tangga, entah apa yang akan terjadi pada anaknya yang ke 3 dan yang 4, dan juga suaminya, ia tahu ia tidak boleh mundur , dan ia memohon kekuatan dari Tuhan untuk ia bisa menjalaninya. Ada kalanya kita sebagai seorang Ibu  dihadapkan oleh begitu banyaknya tanggung jawab,  tantangan, kesulitan serta tekanan ,sering kali membuat kita putus asa, dan ingin lari saja… tapi jika kita lari dan resign dari pekerjaan kita, apakah yang akan terjadi pada anak anak? Suami? Keluarga?
Jadi..jika ada “kegilaan” disekitar saya, yang membuat saya harus berteriak Where does Mother goes to resign ???? maka jawabnya : Hey..you ,Mother..stay put, and move forward

2 komentar:

Lia mengatakan...

God bless you, Martha buat kesediaanmu menjadi hidden woman.. :) thank u for sharing kisahnya si barbara, gue mrasa dikuatkan :) yes, never give up ^^ yang terbaik masih ada di depan!OR

marthavina mengatakan...

Thx Li..kalo merasa dikuatkan, saya juga merasa diberkati membaca tulisan mu. Itu yang sungguh saya perlu, teman untuk saling menguatkan dalam pekerjaan kita sebagai seorang Ibu Rumah Tangga